⌂ Beranda News IHSG Anjlok 4,52% ke 5.342,14 Akibat Tekanan Rupiah dan Bursa Asia

IHSG Anjlok 4,52% ke 5.342,14 Akibat Tekanan Rupiah dan Bursa Asia

IHSG Anjlok 4,52% ke 5.342,14 Akibat Tekanan Rupiah dan Bursa Asia
Grafik indeks harga saham gabungan yang menunjukkan penurunan tajam
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga ditutup anjlok sebesar 252,63 poin atau 4,52 persen ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Penurunan tajam ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah serta rontoknya mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

>>> Pemko Pekanbaru & Pemprov Riau Kolaborasi Tagih Tunggakan Pajak Kendaraan

Kejatuhan indeks nasional ini berimbas pada melemahnya sejumlah indeks utama di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Indeks LQ45 tercatat turun 5,50 persen ke 527,08, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 5,71 persen ke 319,45, dan indeks Kompas100 terkoreksi 5,15 persen ke tingkat 698,44.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 661 saham ditutup melemah, sedangkan saham yang menguat dan tidak bergerak masing-masing hanya berjumlah 78 saham.

Aktivitas pasar modal ini membukukan frekuensi transaksi hingga 2,2 juta kali dengan volume perdagangan mencapai 32,26 miliaran saham serta nilai transaksi total sebesar Rp 21,27 triliun.

Kondisi pasar modal yang memburuk ini berjalan selaras dengan tertekannya nilai tukar mata uang domestik terhadap dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada sore hari, kurs rupiah terdepresiasi sebesar 151,5 poin atau 0,84 persen dari penutupan sebelumnya hingga menyentuh level Rp 18.187,5 per dollar AS.

Seluruh Sektor Saham Terpuruk

Seluruh sektor saham di BEI terpuruk di zona merah dengan penurunan paling dalam dialami oleh sektor perindustrian yang terkoreksi 6,39 persen.

Sektor infrastruktur juga anjlok 6,29 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik sebesar 5,58 persen, serta sektor teknologi yang melemah 4,68 persen.

>>> Pemerintah Pertimbangkan Relaksasi Kuota Produksi Minerba Saat Harga Naik

Penurunan pada sektor lainnya meliputi sektor kesehatan sebesar 4,44 persen, barang konsumen nonprimer 4,36 persen, barang konsumen primer 4,25 persen, dan energi 4,03 persen.

Selain itu, sektor barang baku melemah 4 persen, properti dan real estat terpangkas 2,92 persen, serta sektor keuangan terkoreksi sebesar 2,82 persen.

Di kelompok saham LQ45, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memimpin pelemahan setelah anjlok 14,86 persen ke Rp 2.350 per saham.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru