Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
Indeks utama Bursa Efek Indonesia itu merosot 4,52 persen atau turun 252,63 poin ke level 5.342,14.
>>> PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026
Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi geopolitik global. Spekulasi investor asing terkait memburuknya perekonomian nasional turut memperberat tekanan.
Indeks Lain dan Aksi Jual Masif
Koreksi mendalam juga melanda sejumlah indeks utama lainnya.
LQ45 merosot 5,50 persen ke 527,08, sementara Jakarta Islamic Index turun 5,71 persen ke 319,45.
Data perdagangan mencatat sebanyak 661 saham ditutup melemah. Hanya 78 saham yang menguat dan 78 saham lainnya stagnan.
Aksi jual masif oleh pelaku pasar tercatat mencapai nilai transaksi Rp 21,27 triliun. Volume perdagangan mencapai 32,26 miliar saham.
Pelemahan juga terjadi pada nilai tukar rupiah.
Rupiah melemah 151,5 poin atau 0,84 persen ke posisi Rp 18.187,5 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
Saham Defensif Tertekan
Tekanan pasar turut menyeret lima saham defensif berkapitalisasi raksasa. Saham PT Bank Central Asia Tbk ambles ke level Rp 4.970 per saham.
>>> Anjing Pemburu Babi Hutan Serang Bocah 9 Tahun Hingga Tewas di Jasinga Bogor
PT Telkom Indonesia Tbk rontok 14,86 persen menuju Rp 2.350 per saham. Saham-saham ini selama ini menjadi penopang bursa Indonesia.
Dampak Regional
Sentimen negatif tidak hanya melanda pasar domestik. Mayoritas indeks utama di kawasan Asia juga tertekan.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 3,85 persen.
Hang Seng Hong Kong turun 1,22 persen, dan indeks KOSPI Korea Selatan mengalami koreksi terdalam hingga 8,29 persen.
Imbauan Pemerintah
Menanggapi aksi jual saham oleh pemodal asing, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan imbauan.
Ia meminta pelaku pasar mencermati indikator makroekonomi secara lebih mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
"Jadi, teman-teman investor tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonomi kita seperti apa.
>>> Mendagri Tawarkan Solusi Penataan PPPK dan Pembatasan Belanja Pegawai Daerah
Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonomi bagus, kepemimpinan bapak presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan presiden," kata Purbaya dikutip dari detikFinance Sabtu (6/6).