Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menargetkan penanaman 2 miliar pohon di seluruh Indonesia.
Langkah ini diumumkan pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Senin (8/6/2026).
>>> KPK Tangkap 10 Orang dan Segel Ruangan Pemkab Muara Enim
Strategi Menghadapi Perubahan Iklim
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa program ini menjadi strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dampak perubahan iklim kian dirasakan masyarakat.
Penanaman pohon secara masif bertujuan memperkuat ketahanan iklim, menjaga ketersediaan air, mengurangi banjir, memulihkan ekosistem, dan menyerap karbon.
Hal ini disampaikan Jumhur dalam keterangan tertulis.
Program ini akan dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas akan dilibatkan.
Penanaman pohon dinilai berkontribusi krusial dalam menjaga keseimbangan alam.
>>> Sentimen Geopolitik Timur Tengah Tekan IHSG ke Level 5.342
Kegiatan ini juga meningkatkan penyerapan emisi karbon, mengoptimalkan resapan air, mencegah risiko banjir, menjaga kesuburan tanah, dan melindungi keanekaragaman hayati.
Target penanaman 2 miliar pohon selaras dengan agenda pemerintah memperkokoh aksi iklim dan ketahanan lingkungan. Hal ini penting di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi.
Dalam rangkaian acara, Moh Jumhur Hidayat bersama Wakil Menteri LH/Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, secara simbolis menanam pohon di lahan terbuka kawasan Cibubur.
Aksi ini menandai dimulainya gerakan secara luas.
KLH/BPLH berharap aksi masif ini memicu partisipasi aktif seluruh komponen bangsa. Tujuannya memperkuat posisi Indonesia dalam penanganan perubahan iklim global.
>>> Indonesia Jajaki Investasi Energi Bersih di Amerika Latin
Sejumlah pejabat negara turut hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus.