Bridgestone Indonesia meraih penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026.
Penghargaan tersebut diterima pada Senin (8/6/2026) di Jakarta, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan.
>>> Geely EX2 Tembus Penjualan 3.500 Unit Sejak Meluncur Januari 2026
Produsen ban ini masuk dalam kategori Enterprise in Regulatory Compliance dengan klasifikasi PROSPER B.
Klasifikasi itu diperuntukkan bagi korporasi yang memiliki tingkat regulasi tinggi dan kompleksitas bisnis skala menengah.
Sistem kepatuhan hukum dan tata kelola internal dinilai telah terintegrasi secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan.
Pencapaian ini menjadi bukti kematangan sistem kepatuhan serta efektivitas pengendalian internal perusahaan.
Seluruh aktivitas usaha dipastikan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno menyatakan penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam membangun budaya integritas.
Kepatuhan hukum dan tata kelola perusahaan dijadikan fondasi utama dalam menjalankan bisnis.
>>> 14 Kebiasaan Buruk yang Mempercepat Kerusakan Perangkat Elektronik
Fungsi kepatuhan dan kesadaran karyawan akan terus diperkuat secara proaktif berbasis risiko di seluruh lini organisasi.
Kebijakan internal juga diselaraskan dengan standar global Bridgestone Group.
Langkah ini diambil untuk mempertegas komitmen perusahaan dalam menjunjung etika bisnis dan kepatuhan hukum.
Implementasi tata kelola yang baik diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.
Tentang IRCA 2026
IRCA merupakan ajang nasional yang menyasar perusahaan dan pemimpin yang berhasil mengintegrasikan kepatuhan regulasi ke dalam strategi bisnis, manajemen risiko, serta tata kelola berkelanjutan.
Proses penilaian dilakukan secara komprehensif berbasis data melalui evaluasi mandiri menggunakan kuesioner kepatuhan.
>>> Bambang Soesatyo Dorong Peningkatan Kerja Sama Migas Indonesia-Rusia
Panel dewan juri independen juga menilai efektivitas kebijakan, budaya patuh, serta komitmen manajemen puncak.