⌂ Beranda News Bank Indonesia Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp 18.200

Bank Indonesia Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp 18.200

Bank Indonesia Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp 18.200
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Kebijakan terdahulu berhasil memangkas transaksi valas dari 78 juta dolar AS per hari pada kuartal I-2026 menjadi 62 juta dolar AS pada periode April-Mei 2026.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa penyelarasan kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam merespons dinamika global.

"Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat keras bagaimana sama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik demi memicu kembali arus modal asing masuk serta mengompensasi dampak kenaikan suku bunga di luar negeri.

Fokus kedua dari penguatan koordinasi ini adalah menjaga kecukupan likuiditas perbankan dan pasar uang melalui pengelolaan kas pemerintah yang ditempatkan di BI dengan peningkatan remunerasi.

"Selain itu, dilakukan peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

Dengan demikian, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskal juga tetap mendukung," tutup Perry.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjandra menilai depresiasi nilai tukar yang berlanjut dipicu oleh penguatan dolar AS serta keluarnya investor asing dari pasar saham domestik akibat penyesuaian indeks global.

>>> Fermin Aldeguer Gagal Finis Akibat Kecelakaan Massal di MotoGP Hungaria

"Kondisi pelemahan rupiah ini tidak diterima oleh banyak orang, jadi saya rasa pemerintah tidak menganggap ini normal," ujar Ariston.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru