"Bagi banyak orang, kecuali fans Barcelona, Madrid adalah klub terbesar di dunia. Ini klub yang melambangkan kehebatan," ujar Mbappe.
Ia menambahkan bahwa realitas di Santiago Bernabeu sesuai dengan ekspektasinya. "Ini persis seperti yang saya bayangkan," kata Mbappe.
Mbappe menekankan pentingnya pertumbuhan berkelanjutan dalam karier.
"Saya ingin meninggalkan jejak dalam sejarah Real Madrid, karena jika berhasil di klub terbesar dunia, Anda mendapat tempat dalam sejarah sepak bola," ungkapnya.
Ia juga menyadari bahwa kepuasan diri berlebihan bisa menjadi jebakan. "Ada orang-orang yang telah mencapai lebih dari sekadar memenangkan semua trofi," tegas Mbappe.
Dukungan Marcel Desailly
Mantan pemain tim nasional Prancis, Marcel Desailly, membela Mbappe terkait kritik media mengenai liburannya ke Italia. Berbicara kepada FootballTransfers atas nama MrRaffle.
com, Desailly menilai hal itu bukan masalah bagi pelatih baru.
"Mbappe sebenarnya tidak pernah menjadi masalah bagi seorang pelatih," kata Desailly.
Menurut Desailly, kelemahan utama Real Madrid terletak pada kegagalan sistem kolektif tim. Mourinho harus mampu menyesuaikan sistem di sekitar sang bintang.
"Mourinho akan mengatakan: 'Saya senang dengan 40 atau 42 gol per tahun dari Mbappe, saya hanya perlu menyesuaikan diri di sekitarnya.'
Dia adalah penyerang," tambah Desailly.
Ia juga meminta pendukung untuk menghormati privasi pemain di luar jam kerja. "Jangan datang dan menanyakan hal itu kepada saya.
Saya tidak melihatnya sebagai masalah bagi Mourinho," jelas Desailly.
>>> Thailand Tekuk Malaysia 3-2 untuk Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19
Penyesuaian taktik ini diharapkan mampu mengembalikan dominasi trofi Real Madrid di kancah domestik maupun internasional.