⌂ Beranda News DPR Minta Said Iqbal Perjuangkan Pesangon Buruh PHK

DPR Minta Said Iqbal Perjuangkan Pesangon Buruh PHK

DPR Minta Said Iqbal Perjuangkan Pesangon Buruh PHK
Said Iqbal saat dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden
A A Ukuran Teks16px

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Buruh Said Iqbal untuk memperjuangkan hak pesangon para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Permintaan itu disampaikan pada Senin (8/6/2026) menyusul masih banyaknya laporan mengenai mantan pekerja yang belum menerima hak finansial dari perusahaan.

>>> Rupiah Tembus Rp 18.187 per Dollar AS, Terendah Baru di Pasar Spot

"Membantu buruh yang ter-PHK mendapatkan HAKnya terkait pesangon yang sampai hari ini masih banyak yang belum dibayar oleh perusahaan yang mem-PHK buruh," kata Irma kepada wartawan.

Irma juga mendorong koordinasi lintas sektor, terutama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, agar konsisten mengawal hak-hak pekerja.

"Semoga Said Iqbal juga dapat berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan dapat bersama-sama meningkatkan kinerja pemerintah di sektor ketenagakerjaan," lanjut Irma.

Desakan parlemen ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah jabatan Said Iqbal di Istana Negara, Jakarta, pada hari yang sama.

Said kemudian menjelaskan alasan bersedia menerima amanah baru tersebut.

"Karena secara platform perjuangan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada kaum rakyat kecil termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru yang mendorong kami untuk bersama-sama beliau memberikan masukan, menjaga keseimbangan," kata Said di Istana Presiden, Jakarta.

>>> Harga Emas Dunia Stabil 9 Juni 2026, Harapan Gencatan Senjata Iran-Israel Jadi Penopang

Menurut Said, masukan dari sudut pandang pemilik modal selama ini sudah banyak diakomodasi melalui sejumlah menteri. Namun, aspirasi kelompok pekerja masih minim terwakili.

"Karena kawan-kawan pengusaha kan misal, misal ya kita selalu melihat secara kasatmata melalui Pak Luhut, melalui Pak Airlangga, melalui Pak Bahlil, melalui Pak Rosan, banyak memberikan masukan perihal yang bersifat dengan kepemilikan modal.

Yang dari buruh kan tidak ada," kata Said.

Meski resmi masuk lingkaran pemerintahan, pemimpin organisasi buruh ini menjamin sikap kritisnya tidak akan melemah terhadap kebijakan yang merugikan pekerja.

"Nah saya memberanikan diri berikhtiar, berijtihad, bahwa saya juga harus memberikan keseimbangan terhadap apa-apa yang ingin diperjuangkan oleh kaum buruh.

>>> Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan Atas Mozambik untuk Naikkan Peringkat FIFA

Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan. Saya pikir itu aja," kata Said.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru