⌂ Beranda News Saham Telkom Anjlok hingga ARB Dipicu Penurunan Laba Kuartal I

Saham Telkom Anjlok hingga ARB Dipicu Penurunan Laba Kuartal I

Saham Telkom Anjlok hingga ARB Dipicu Penurunan Laba Kuartal I
Ilustrasi saham Telkom Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalami tekanan jual yang tinggi pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Harga saham TLKM merosot hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) saat penutupan bursa.

>>> Apple Resmi Luncurkan iOS 27 dan iPadOS 27 dengan Siri AI

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham TLKM melemah 14,86 persen atau turun 410 poin ke level Rp 2.350.

Harga penutupan sebelumnya berada di level Rp 2.760.

Pergerakan saham TLKM langsung berada di bawah tekanan sejak dibuka pada area Rp 2.620.

Saham tersebut gagal berbalik ke zona hijau hingga akhir sesi perdagangan.

Penyebab Penurunan

Analisis BRI Danareksa Sekuritas menyebut laba bersih perusahaan pada kuartal I-2026 turun 22 persen secara tahunan menjadi Rp 4,34 triliun.

Penurunan laba itu memicu kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan kinerja.

Kondisi diperberat oleh aksi investor asing yang mencatat penjualan bersih (net sell) senilai Rp 314 miliar dalam sebulan terakhir.

Sentimen negatif lain muncul dari dugaan kasus pengadaan di internal Telkom yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko reputasi korporasi.

>>> Konflik Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah Tetap Bertahan di Level Tinggi

Pasar juga cenderung wait and see menjelang RUPS untuk mencermati agenda pembagian laba dan perombakan susunan pengurus.

Secara teknikal, saham TLKM telah menembus ke bawah support 2.800 yang merupakan neckline pola Head & Shoulders.

Hal itu mengindikasikan pembalikan arah tren dengan potensi penurunan ke level support 2.300 - 2.050.

Meskipun menghadapi tekanan, RUPST Telkom telah menyetujui pembagian dividen tunai total Rp 21,9 triliun.

Dividen tersebut bersumber dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 17,8 triliun dan sisa Rp 4,2 triliun dari laba ditahan.

Pemegang saham juga menyetujui program buyback dengan anggaran maksimal Rp 4 triliun.

Buyback akan difasilitasi melalui mekanisme di dalam dan luar bursa selama 12 bulan setelah persetujuan RUPST, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

>>> Caviar Rilis iPhone 17 Pro Max dengan Kompartemen Jam Tangan Swiss

Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan menjaga stabilitas harga saham di pasar modal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru