Harga minyak dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (8/6/2026) setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan serangan timbal balik.
Kesepakatan ini menyusul seruan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
>>> ASDP Anjurkan Kapasitas Baterai Motor Listrik 30 Persen Saat Dikirim
Harga minyak mentah Brent naik 1,16 dolar AS atau 1,3 persen menjadi 94,25 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 76 sen AS atau 0,8 persen ke level 91,30 dolar AS per barel.
Lonjakan harga minyak sempat menyentuh angka di atas 5 persen pada awal sesi perdagangan.
Hal ini dipicu eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan serangan Israel ke fasilitas petrokimia Iran di wilayah barat daya serta basis Hizbullah di Beirut.
Teheran membalas aksi tersebut dengan menggempur fasilitas serupa milik Israel di Haifa. Iran juga menegaskan syarat penghentian operasi militer di Lebanon dalam setiap kesepakatan dengan Washington.
Kondisi pasar yang bergejolak akibat saling serang menggunakan rudal selama akhir pekan memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku pasar komoditas.
Pergerakan harga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang terus dipantau intensif oleh para investor energi.
"Harga minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi dalam kondisi pasar yang gelisah setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan rudal selama akhir pekan," ujar Dennis Kissler, Senior Vice President Trading BOK Financial.
Sentimen pasar kemudian mereda setelah Presiden AS Donald Trump mendesak kedua belah pihak untuk segera melakukan gencatan senjata.
Tujuannya untuk mencegah perluasan konflik.
Selain seruan damai tersebut, pasar juga mencermati potensi risiko gangguan pasokan energi jangka panjang melalui Selat Hormuz.
Saluran pelayaran strategis itu menyalurkan seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap harinya sebelum konflik mencuat.
>>> Ducati Indonesia Naikkan Harga Suku Cadang 20 Persen Imbas Pelemahan Rupiah
Investor mengkhawatirkan hambatan arus distribusi logistik minyak mentah global jika ketegangan di area selat tersebut berlangsung lama.