⌂ Beranda News AS Masukkan Alibaba hingga BYD ke Daftar Hitam Militer

AS Masukkan Alibaba hingga BYD ke Daftar Hitam Militer

AS Masukkan Alibaba hingga BYD ke Daftar Hitam Militer
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan China dengan latar belakang teknologi
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bersiap menambah puluhan perusahaan besar China ke dalam daftar entitas yang dinilai terhubung dengan jaringan militer Beijing.

Kebijakan ini memperluas cakupan daftar hitam Washington yang menyasar sektor-sektor inti dalam persaingan teknologi.

>>> Polri Tetapkan Biaya Perpanjangan SIM C Rp75.000, Berlaku Hingga Juni 2026

Langkah penunjukan sebagai 'perusahaan militer' ini berlandaskan pada Bagian 1260H dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional. Daftar baru itu dijadwalkan terbit di Federal Register pada Rabu (11/6/2026).

Sejumlah korporasi raksasa yang masuk dalam daftar baru ini meliputi Alibaba, Baidu, BYD, Nio, WuXi AppTec, Unitree, TP-Link, JA Solar, Trina Solar, CALB, EVE Energy, Hesai, RoboSense, serta BOE Technology Group.

Status ini berpotensi mempersulit akses perusahaan-perusahaan tersebut ke pasar modal Amerika Serikat serta menghambat kontrak bisnis dengan pemerintah, kendati sanksi tidak otomatis berlaku.

Pentagon menegaskan bahwa perusahaan yang masuk daftar telah memenuhi kriteria hukum, termasuk indikasi afiliasi dengan entitas negara Tiongkok, program fusi militer-sipil, Tentara Pembebasan Rakyat, atau inisiatif industri pemerintah.

Beberapa entitas bahkan terindikasi terlibat dalam skema strategis milik China seperti 'Little Giant' atau 'Single Champion' yang dipandang Washington sebagai penyokong ambisi teknologi strategis Beijing.

>>> Marcus Rashford Prioritaskan Barcelona, Tolak Tawaran Bayern Muenchen

Alibaba selaku pemilik South China Morning Post belum memberikan tanggapan.

Perluasan ini mencerminkan tingginya kekhawatiran Washington terhadap keunggulan China di sektor kecerdasan buatan, bioteknologi, kendaraan listrik, robotika, baterai, semikonduktor, hingga energi terbarukan.

Langkah ini menandai perluasan signifikan dari daftar yang sebelumnya sebagian besar berfokus pada kelompok pertahanan dan telekomunikasi milik negara.

Salah satu perusahaan farmasi yang terdampak, WuXi AppTec, secara terbuka menyatakan keberatan dan berniat melakukan perlawanan hukum terhadap keputusan Pentagon.

>>> Bobon Santoso Gelar Masak Besar Kuali Merah Putih di PLBN Aruk

Manajemen WuXi AppTec menegaskan bahwa institusi mereka beroperasi secara independen di bursa saham, melayani konsumen di puluhan negara, serta tidak memiliki keterkaitan dengan basis industri pertahanan China.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru