Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling bersejarah dalam hal format.
Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara.
>>> DPR Sahkan UU Polri Usai Serap Ratusan Masukan Masyarakat
Total pertandingan pun melonjak drastis dari 64 menjadi 104 laga. Kompetisi akan membagi tim ke dalam 12 grup, menggantikan format delapan grup yang bertahan selama dua dekade.
Babak 32 Besar dan Fase Grup Lebih Panjang
Untuk pertama kalinya, fase gugur akan dimulai dari babak 32 besar. Hal ini membuat jumlah pertandingan fase grup mencapai 72 laga, lebih banyak dari total laga edisi-edisi sebelumnya.
Delapan dari 12 tim peringkat ketiga grup masih berhak lolos. Akibatnya, atmosfer persaingan di fase grup sedikit berkurang, namun ketegangan justru meningkat di babak 32 besar.
Dalam sistem gugur tunggal, satu kekalahan langsung memulangkan tim.
Ini berbeda dengan Piala Dunia 2022, di mana Argentina masih bisa bangkit setelah kalah dari Arab Saudi di fase grup.
Peluang bagi Tim Kecil dan Pemburu Sepatu Emas
Tim-tim debutan diprediksi akan menerapkan taktik bertahan total. Negara seperti Irak, Yordania, Haiti, atau Tanjung Verde berpotensi menyulitkan raksasa.
>>> Harga Kripto 9 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Melemah, Stablecoin Naik
Selisih gol menjadi krusial karena delapan peringkat ketiga terbaik lolos. Kekalahan tipis bisa dianggap sebagai pencapaian bagi tim kecil.
Persaingan Sepatu Emas juga berubah.
Dengan tambahan satu laga di babak 32 besar, penyerang dari tim yang tidak lolos jauh punya peluang menjadi top skor, seperti Oleg Salenko pada 1994.
Konfederasi Afrika mendapat dampak positif terbesar dengan jatah 10 tiket, naik dari sebelumnya lima. Asia mendapat sembilan tempat, dan Amerika Utara enam termasuk tuan rumah.
Meski tim besar seperti Nigeria dan Kamerun absen, kehadiran 10 wakil Afrika memperbesar peluang kejutan. Rotasi pemain menjadi kunci, mengingat turnamen lebih panjang.
Pelatih kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk mengistirahatkan pilar utama. Argentina di Piala Dunia 2022 menjadi contoh dengan memberdayakan 24 pemain berbeda.
>>> Keberanian Mengubah Strategi Pembangunan Ekonomi
Format baru ini memicu perdebatan, namun Piala Dunia 2026 dipastikan menyajikan dinamika yang sepenuhnya baru.