Para pemain Minecraft harus waspada saat mengunduh modifikasi permainan. Ancaman siber serius mengintai akibat penyisipan program jahat ke dalam file mod.
Aktivitas peretasan ini memanfaatkan mod dan aplikasi pihak ketiga bernama WeedHack.
>>> Ekspor China Tumbuh 19,4 Persen Didorong Investasi AI dan Energi Hijau
Laporan McAfee pada Selasa (9/6/2026) mengungkapkan perangkat lunak berbahaya ini dirancang untuk menyusup dan menginfeksi gawai pengguna.
Peretas memanfaatkan dasbor yang dihosting di internet terbuka. Melalui infrastruktur tersebut, pelaku dapat mengendalikan layar, kamera web, hingga sistem penyimpanan file korban dari jarak jauh.
Penyebaran program jahat ini tergolong masif sejak awal tahun.
McAfee mencatat setidaknya ada lebih dari 116 ribu kasus infeksi yang terdeteksi sejak Januari 2026 hingga riset dipublikasikan.
Intensitas serangan baru mencapai 2 ribu sampai 3 ribu setiap hari.
"Kami telah menemukan lebih dari 3.820 file JAR berbahaya unik yang merupakan bagian dari serangan ini dan lebih dari 240 URL yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan malware ini," demikian bunyi laporan McAfee.
Fleksibilitas dan Biaya Murah Jadi Pembeda
Fleksibilitas dan biaya operasional yang sangat murah menjadi pembeda utama WeedHack dengan malware konvensional.
>>> Bos Aprilia Kritik Jorge Martin Usai Kecelakaan MotoGP Hungaria
Modus operandi kriminal bawah tanah biasanya membutuhkan biaya ratusan dolar per bulan, namun WeedHack menyediakan akses gratis bagi siapa saja yang memiliki koneksi internet dan akun Discord.
Selain versi gratis, pengembang WeedHack menyediakan opsi premium dengan tarif bervariasi.
Pengguna dikenakan biaya USD 4,99 (Rp 90 ribu) untuk satu bulan, USD 8,99 (Rp 163 ribu) untuk dua bulan, USD 12,99 (Rp 236 ribu) untuk tiga bulan, serta paket seumur hidup seharga USD 24,99 (Rp 454 ribu).
Fitur berbayar ini memfasilitasi aktivitas mata-mata melalui kamera web secara sembunyi-sembunyi.
Kategori perangkat lunak yang mudah diakses ini menarik minat kalangan remaja.
Tim peneliti McAfee mengaku terkejut saat mengetahui kelompok usia muda menggunakan platform tersebut bukan demi keuntungan finansial, melainkan untuk melakukan perundungan dan pelecehan terhadap rekan sebaya.
Berdasarkan pemetaan data geo-spasial, Amerika Serikat menjadi negara dengan dampak kerusakan paling parah. Kemudian disusul oleh Jerman, India, Inggris, serta Italia.
>>> Gerard Martin Menjelma Jadi Pilar Kokoh Lini Belakang Barcelona
Ketika data sensitif seperti kata sandi dan kepemilikan akun berhasil dikuasai, pelaku akan menyandera informasi tersebut untuk memeras uang tebusan dari korban.