CEO Aprilia Racing Massimo Rivola melontarkan kritik keras kepada Jorge Martin setelah pebalapnya itu memicu kecelakaan massal pada tikungan pertama balapan utama MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park.
Insiden terjadi saat Martin kehilangan kendali ketika melakukan pengereman di tikungan pertama sesaat setelah start.
>>> Gerard Martin Menjelma Jadi Pilar Kokoh Lini Belakang Barcelona
Ia menabrak rekan setimnya, Marco Bezzecchi, serta menyeret tiga pebalap lain: Fermin Aldeguer, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez.
Rivola secara terbuka menyatakan bahwa insiden tersebut murni kesalahan fatal yang dilakukan Martin. “Hal pertama yang saya pikirkan tentu para pebalap.
Saya turut prihatin,” ujar Rivola.
Menurut Rivola, kesalahan itu melibatkan aspek keselamatan berkendara. Tindakan agresif di tikungan pertama sangat berisiko bagi para pebalap.
“Kesalahan Martin seharusnya tidak pernah terjadi, apalagi ketika keselamatan dipertaruhkan dan Anda masuk ke tikungan pertama dengan sangat agresif,” katanya.
Pihak manajemen tim menjelaskan bahwa insiden ini bukan disebabkan oleh keterlambatan mengerem, melainkan kesalahan teknis penekanan rem saat posisi motor miring.
Area lintasan yang dilewati juga memiliki tingkat cengkeraman lebih rendah.
“Itu kesalahan yang aneh. Bukan karena terlalu bersemangat.
Dia memang melakukan kesalahan saat pengereman, tetapi bukan karena mengerem terlalu lambat,” kata Rivola.
Rivola menilai seorang juara dunia seharusnya tidak melakukan kesalahan mendasar seperti itu.
“Dia memberi tekanan lebih besar saat motor masih sedikit miring, di bagian lintasan yang grip-nya lebih rendah.
Tapi ini adalah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang juara dunia,” ujarnya.
Insiden di Balaton Park ini langsung dikaitkan dengan kecelakaan serupa yang melibatkan Martin dan Bezzecchi di Sirkuit Motegi musim lalu.
Namun, Rivola menegaskan ada perbedaan teknis mendasar di antara kedua peristiwa tersebut.
>>> Daftar iPhone yang Mendapatkan dan Tidak Mendapatkan iOS 27
“Saya pikir hasil akhirnya memang mirip, tetapi kesalahannya sangat berbeda,” kata Rivola.
Menurutnya, pengereman di Jepang tahun lalu jauh lebih keras, sementara di Hungaria Martin tidak mengoperasikan rem depan secara tepat.