Tim Opsnal Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi di wilayah Tangerang Raya.
Lima orang pelaku berinisial DA, FS, A, MD, dan D berhasil diamankan.
>>> Ronald Koeman Coret Jurrien Timber dari Skuad Piala Dunia 2026 karena Cedera
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menyatakan bahwa dalam pengungkapan tersebut, polisi juga menyita enam unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.
Hal ini disampaikan dalam keterangannya pada Selasa (9/6/2026).
Penangkapan kelima tersangka dilakukan pada Kamis (4/6) malam di sebuah rumah kontrakan di Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban NA yang kehilangan sepeda motornya di kawasan Teluknaga.
Korban memarkirkan sepeda motor di teras rumah dalam keadaan terkunci stang. Saat hendak berangkat kerja keesokan harinya, kendaraan tersebut sudah tidak ada.
Pelaku diduga merusak kunci pagar dan kunci kontak motor sebelum membawa kabur kendaraan milik korban.
Aksi pencurian tersebut mengakibatkan kerugian materi sekitar Rp 11 juta.
Laporan kehilangan kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Resmob yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Bambang Tri melalui serangkaian penyelidikan mendalam.
Informasi dari masyarakat ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
Setelah memastikan keberadaan para pelaku, tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan lima orang beserta sejumlah barang bukti.
Petugas menyita barang bukti berupa enam unit sepeda motor berbagai merek, empat kunci letter T, delapan mata kunci modifikasi, dua bilah pisau, satu pucuk airsoft gun, beberapa pelat nomor kendaraan, serta alat gerinda.
Alat gerinda tersebut diduga kuat digunakan untuk memproduksi peralatan pencurian.
>>> Polres Serang Tangkap Pencuri Rumah Kosong Spesialis Tiga Kecamatan
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka A dan MD mengaku telah melancarkan aksi kejahatan sebanyak 10 kali di kawasan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
Mereka bergerak bersama dua orang rekan lain yang saat ini telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).