Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Mingguan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Langkah ini diambil guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang terus mengalami depresiasi di tengah tingginya ketidakpastian global.
>>> Dolar AS Melemah ke Rp 18.051 Pasca BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5%
Selain BI Rate, Bank Indonesia juga mengerek suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.
Keputusan pengetatan moneter ini dilakukan menyusul pelemahan mata uang Garuda yang sempat menembus di atas level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data Refinitiv yang dilansir dari CNBC Indonesia, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.080 per dolar AS pada pukul 12.30 WIB.
Posisi tersebut menunjukkan penguatan tipis sekitar 0,50 persen setelah pada hari sebelumnya kurs USD/IDR sempat melemah ke posisi Rp18.170 atau terdepresiasi sebesar 0,89 persen.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian suku bunga acuan ini merupakan langkah lanjutan otoritas moneter demi memitigasi dampak rambatan dari gejolak geopolitik dunia.
Penguatan ini juga ditujukan untuk menjaga target inflasi nasional tetap aman.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis.
>>> Joachim Klement Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026
Guna memaksimalkan dampak kebijakan tersebut, Bank Indonesia juga mengombinasikannya dengan peningkatan imbal hasil serta pemberian sejumlah insentif dalam operasi moneter.
Langkah ini dirancang untuk menarik kembali aliran investasi portofolio asing yang sempat keluar dari pasar domestik.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah," pungkas Perry.
Di sisi lain, indeks dolar AS atau DXY terpantau melemah 0,14 persen ke posisi 99,908 pada siang hari yang sama.
Meskipun melemah, posisi indeks tersebut dinilai masih relatif tinggi setelah mencatatkan penguatan tajam sebesar 0,66 persen pada akhir pekan lalu hingga kembali melampaui angka 100.
Sebagai bagian dari penguatan operasi moneter, Bank Indonesia menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia untuk seluruh tenor.
>>> Antusiasme Tinggi Warga Puebla Sambut Laga Spanyol vs Peru
Otoritas juga memotong tingkat swap lindung nilai bagi investor asing sebesar 10 persen, membuka kembali window lelang instrumen repo perbankan, serta mengintensifkan intervensi di pasar spot, DNDF, dan NDF luar negeri.