⌂ Beranda News Kementan dan BRIN Bersinergi Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lewat Riset

Kementan dan BRIN Bersinergi Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lewat Riset

Kementan dan BRIN Bersinergi Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lewat Riset
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala BRIN Arif Satria saat menandatangani nota kesepahaman kerja sama riset pertanian.
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menjalin kerja sama riset untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala BRIN Arif Satria di Kantor Kementan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

>>> Pemprov DKI Gelar Jakarta Future Festival 2026 dan Jakarta Fair Sambut HUT ke-499

Kesepakatan ini lahir dari kebutuhan Kementan untuk mengoptimalkan kembali fungsi laboratoriumnya setelah banyak peneliti dialihkan ke BRIN.

Melalui kerja sama ini, Kementan memberikan akses penuh bagi seluruh peneliti BRIN untuk menggunakan fasilitas riset yang tersebar di 38 provinsi.

Akses Fasilitas Riset untuk Percepatan Inovasi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk mempercepat penemuan varietas dan metode baru di sektor pangan.

“Seluruh lab, kantor Kementerian Pertanian yang berada di tiap provinsi, 38 provinsi, itu bebas digunakan oleh para peneliti dari BRIN seluruh Indonesia,” ujar Amran.

Optimalisasi fasilitas ini diharapkan dapat mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto, termasuk hilirisasi produk pertanian, perkebunan, dan peternakan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Amran menambahkan, keberhasilan penelitian dalam menemukan varietas dan metode baru akan berkontribusi pada pencapaian kemandirian pangan.

>>> Bank Indonesia Pangkas Biaya Lindung Nilai Asing 10% Demi Rupiah

Targetnya adalah menciptakan kestabilan inflasi di seluruh wilayah Indonesia melalui inovasi riset, sehingga setiap pulau dapat mandiri dalam hal pangan, energi, dan protein.

Fokus taktis mendesak adalah pembentukan klaster ahli untuk komoditas prioritas seperti tebu, kakao, kopi, dan mete, serta penyelesaian isu komoditas strategis lainnya.

“Nah yang mendesak sekarang adalah kedelai, bawang putih, kakao, mete, ini kita selesaikan dengan cepat. Ini kolaborasi ini luar biasa,” tegas Amran.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan komitmen BRIN untuk mengerahkan peneliti guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal ini dilakukan melalui perluasan pemanfaatan infrastruktur riset yang dimiliki Kementan.

>>> KPK Bersama Kortas Tipikor Polri Usut Kasus Suap Bupati Muara Enim

Arif menekankan bahwa pangan memiliki cakupan yang luas, tidak hanya terbatas pada padi, tetapi juga mencakup perkebunan, hortikultura, peternakan, dan dimensi pangan lainnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru