Api kebakaran hutan dan lahan yang tampak sudah padam ternyata belum tentu benar-benar selesai sepenuhnya.
Pada lahan gambut, api dapat bertahan di bawah permukaan dalam bentuk smouldering fire yang membakar material organik secara perlahan.
>>> Liverpool Kembali Kecolongan Serangan Balik Lawan di Pekan Perdana Liga
Ancaman Peat Smouldering yang Sulit Dideteksi
Fenomena tersebut dibahas dalam penelitian yang diterbitkan di Majalah Ilmiah Pengkajian Industri BRIN.
Peat smouldering merupakan proses pembakaran lambat tanpa nyala api yang terjadi di dalam lapisan tanah gambut.
Ketika terbakar, kebakaran jenis ini dapat mengonsumsi biomassa dalam jumlah yang sangat besar.
Proses pembakaran tersebut berlangsung lambat sehingga jauh lebih sulit dideteksi sekaligus dipadamkan.
Api tersembunyi ini dapat terus berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan di dalam tanah.
>>> Man City Atasi Bournemouth Berkat Gol Jelang Akhir Pertandingan
Gambut menyimpan tumpukan material organik dari vegetasi yang terakumulasi dalam waktu lama.
Material organik tersebut dapat menjadi bahan bakar ketika mengering dan tersulut api di bawah permukaan.
Petugas mungkin tidak melihat kobaran api di permukaan, tetapi bagian bawah tanah masih menyimpan panas.
Kondisi ini membuat api berpotensi muncul kembali ke permukaan ketika situasi lingkungan mendukung.
Penelitian BRIN mengusulkan pemanfaatan machine learning untuk mendukung pengurangan risiko bencana karhutla.
>>> Kasus Hukum Meta Bergulir, Nasib Algoritma IG dan FB Ditentukan Hakim
Sistem berbasis data diharapkan dapat membantu memberikan informasi mengenai potensi kebakaran secara lebih dini.