⌂ Beranda News TNI Bantah Isu Penggusuran SDN Wolomoni NTT untuk Pembangunan Koperasi

TNI Bantah Isu Penggusuran SDN Wolomoni NTT untuk Pembangunan Koperasi

TNI Bantah Isu Penggusuran SDN Wolomoni NTT untuk Pembangunan Koperasi
Gedung Sekolah Dasar Negeri Wolomoni di Ende, Nusa Tenggara Timur
A A Ukuran Teks16px

Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas memberikan klarifikasi dan membantah kabar mengenai rencana penggusuran Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sempat memicu kemarahan warga setempat.

>>> Persib Bandung Tak Gentar Hadapi Perubahan Skuad Persija Jakarta

Menurut Kapuspen TNI, pembangunan KDMP tidak menggusur atau menggantikan sekolah, melainkan dibangun di belakang SDN Wolomoni.

Akses jalan menuju koperasi yang kurang memadai menyebabkan aktivitasnya harus melewati area sekolah.

Insiden yang terjadi bermula ketika alat berat yang bermanuver di lokasi menyenggol dahan pohon hingga mengenai tiang sekolah.

Tiang tersebut kemudian digeser sementara untuk diperbaiki.

>>> Putusan MK Perkuat Keterwakilan Perempuan 30% dalam Pencalonan Legislatif

Sebelumnya, beredar potongan video yang memperlihatkan seorang ibu marah-marah karena alat berat menyenggol pohon duren. Kejadian ini dinilai berpotensi menggiring opini negatif di tengah masyarakat.

Kapuspen TNI menekankan bahwa penyebaran video tersebut sangat berbahaya jika dimanfaatkan oleh pihak yang ingin menciptakan perlawanan terhadap negara.

Sebelumnya, Kapolsek Ende Iptu Mahmud Deran telah membeberkan awal mula munculnya protes dari para guru di sekolah tersebut.

Ia menyatakan bahwa penunjukan lokasi oleh kepala desa dilakukan tanpa konfirmasi pihak sekolah.

>>> Prabowonomics: Konsep, Kritik, dan Potensi Dampak Lingkungan

Pihak kepolisian menilai koordinasi yang baik dengan instansi terkait sangat penting untuk mencegah timbulnya polemik di masyarakat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru