⌂ Beranda News Indonesia dan Singapura Perluas Kerja Sama Ekonomi Kawasan BBK

Indonesia dan Singapura Perluas Kerja Sama Ekonomi Kawasan BBK

Indonesia dan Singapura Perluas Kerja Sama Ekonomi Kawasan BBK
Ilustrasi kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura di kawasan BBK
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia dan Singapura memperkuat kemitraan strategis melalui perluasan kerja sama investasi dan pengembangan ekonomi digital di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Hubungan bilateral ini mencatatkan realisasi investasi yang signifikan seiring perluasan wilayah perdagangan bebas.

>>> Rupiah Menguat ke Rp18.058 Setelah Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa nilai investasi di kawasan BBK mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari periode sebelumnya.

"Kerja sama di BBK pada 2025 mencatat investasi sebesar 5,7 miliar dollar AS (Rp102,73 triliun) dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," kata Airlangga.

Pemerintah kini menambah cakupan wilayah perdagangan bebas di Batam dari delapan menjadi 22 pulau.

Proyek strategis seperti perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, investasi pusat data oleh DayOne, PT Equator Gate System, dan DCI Indonesia terus dipacu untuk menopang ekosistem digital.

"Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Indonesia dan Singapura akan melakukan studi bersama mengenai sektor teknologi di kawasan BBK guna mengidentifikasi peluang baru dan menyusun rekomendasi konkret untuk mendorong pertumbuhan kawasan," jelas Airlangga.

Selain proyek digital, perluasan tahap kedua seluas 1.000 hektare juga sedang dilakukan di Kendal Industrial Park (KIP).

>>> Erlangga Luncurkan Buku Pelajaran Next Gen Choice Berbahasa Inggris untuk SD-SMP

Langkah ekspansi koridor industri di Jawa Tengah tersebut diarahkan untuk memicu penyerapan tenaga kerja baru dalam skala besar.

Sektor ekonomi hijau turut dikembangkan melalui pembangunan proyek tenaga surya kapasitas 200 MW oleh Sembcorp dan PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).

Kerja sama lain juga menyasar proyek biofuel CRecTech-Pertamina di Sumatera Utara serta inisiasi Program Pengembangan Petani Muda pada Juni 2026.

Wakil Perdana Menteri Singapura merangkap Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong menegaskan fondasi kuat hubungan ekonomi kedua negara yang telah berjalan lama.

“Kami bekerja erat untuk membangun rantai pasok yang tangguh dan menciptakan peluang baru di bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, infrastruktur industri, dan teknologi pertanian," ungkap Gan Kim Yong.

Kawasan Batam-Bintan-Karimun dinilai memperlihatkan akselerasi yang cepat seiring terealisasinya berbagai komitmen investasi baru.

>>> Xiaomi Luncurkan Tablet Redmi Pad 2 di Indonesia, Harga Rp2,3 Jutaan

Platform Six Working Group (6WG) diaktifkan guna mengawal kemitraan di bidang investasi, ketenagakerjaan, transportasi, agribisnis, dan pariwisata.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru