Dua pilot militer Amerika Serikat (AS) dipastikan selamat tanpa luka setelah sebuah helikopter Apache jatuh di dekat Selat Hormuz pada Selasa (9/6/2026).
Kepastian mengenai kondisi kru helikopter tempur tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.
>>> Sari Yuliati Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Santri di Lombok
Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya helikopter militer tersebut masih belum diketahui secara jelas.
Otoritas terkait belum bisa memastikan apakah helikopter itu jatuh akibat terkena tembakan pihak Iran, mengalami kerusakan mesin, atau kendala teknis lainnya.
"Para pilot baik-baik saja, ya. Tidak ada yang terluka," kata Trump kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Selasa (9/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump sebelum bertolak dari New York untuk kembali ke Washington DC.
Saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan, ia menyatakan bahwa informasi resmi akan segera dipublikasikan.
"Kita akan merilis laporannya besok, tetapi para pilot baik-baik saja," kata Trump.
>>> Ratusan Paspor Bekas Jamaah Haji Ditemukan Berserakan di BSD Tangerang
Informasi mengenai jatuhnya helikopter Apache ini pertama kali dikabarkan oleh media asal AS, New York Times (NYT), berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber.
Pihak Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, hingga Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan respons langsung atas laporan tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah situasi kawasan yang sempat memanas setelah Israel dan Iran saling meluncurkan serangan militer sebelum akhirnya mereda.
Insiden ini turut menegaskan kembali rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang telah berjalan sejak awal April lalu.
Terlepas dari insiden tersebut, Trump menjelaskan bahwa proses komunikasi dengan pihak Iran masih terus berjalan dan telah memasuki tahapan krusial.
>>> Padu Padan Baju Coklat dan Celana yang Tepat untuk Tampilan Stylish
Ia mengklaim kedua belah pihak saat ini berada dalam posisi yang sangat dekat untuk mencapai sebuah kesepakatan yang kuat dan menguntungkan.