⌂ Beranda News Konsumsi Buah Kaya Flavanol Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi Buah Kaya Flavanol Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi Buah Kaya Flavanol Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Koleksi buah kaya flavanol seperti blueberry, apel, pir, dan anggur untuk kesehatan jantung
A A Ukuran Teks16px

"Kami menemukan bahwa mengonsumsi lima porsi buah dan sayur tetap penting, tetapi manfaatnya bisa lebih besar jika seseorang secara sengaja memilih makanan yang kaya senyawa tertentu," kata Kuhnle.

Ahli gizi terdaftar sekaligus pemilik Nutrition-In-Sight, Monique Richard, MS, RDN, LDN, menjabarkan bahwa kelompok buah tertentu menyimpan kandungan flavanol dalam kadar yang lumayan tinggi.

>>> Polsek Kalideres Tangkap Wanita Pelaku Penganiayaan dan Pencurian Motor

Beberapa sumber flavanol yang baik menurut penuturan Richard meliputi apel yang dikonsumsi bersama kulitnya, blueberry, blackberry, anggur, dan pir.

Di samping buah-buahan, senyawa flavanol juga terkandung di dalam teh hijau, teh hitam, kakao, cokelat hitam dengan persentase kakao minimal 70 persen, serta sejumlah jenis kacang-kacangan.

"Apel dengan kulitnya, segenggam blackberry, secangkir teh hijau, dan satu porsi kakao dalam sehari dapat memberikan kombinasi senyawa yang berpotensi membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular," ujar Richard.

Richard membagikan beberapa tips praktis untuk menaikkan volume asupan flavanol melalui hidangan harian.

Salah satu caranya adalah tidak mengupas kulit buah yang aman dimakan setelah dibersihkan, terutama pada buah apel dan pir.

Langkah lainnya yaitu meminum teh hijau atau teh hitam berkisar dua hingga tiga cangkir saban hari, serta memasukkan blueberry, blackberry, atau cranberry ke dalam yogurt, salad, maupun smoothie.

Kendati demikian, Richard mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar terpaku pada satu macam nutrisi spesifik saja.

"Tujuannya bukan berfokus pada satu nutrisi atau kelompok antioksidan tertentu.

Yang lebih penting adalah menciptakan pola makan yang beragam, kaya bahan pangan nabati, dan penuh warna agar tubuh mendapatkan ribuan senyawa bermanfaat yang bekerja bersama-sama," kata Richard.

Selaras dengan hal itu, ahli jantung intervensi dari MemorialCare Saddleback Medical Center, Dr Cheng-Han Chen, menambahkan bahwa buah dan sayur tetap menyimpan banyak zat gizi penting lainnya di luar flavanol, seperti serat, vitamin, dan mineral.

Oleh sebab itu, ia tetap menganjurkan publik untuk menggiatkan konsumsi buah dan sayur demi menjaga kesehatan organ jantung.

"Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian utama.

>>> Veda Ega Pratama Rindu Soto dan Bakso Selama Balap di Eropa

Memahami bagaimana pola makan dapat mendukung kesehatan jantung akan membantu mengurangi beban penyakit ini di masyarakat," ujar Chen.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru