⌂ Beranda News Ekspor Kerajinan Indonesia Kuartal I 2026 Tembus Rp 2,97 Triliun

Ekspor Kerajinan Indonesia Kuartal I 2026 Tembus Rp 2,97 Triliun

Ekspor Kerajinan Indonesia Kuartal I 2026 Tembus Rp 2,97 Triliun
Produk kerajinan tangan Indonesia seperti batik dan tenun yang diekspor
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor industri kerajinan nasional pada Kuartal I 2026 mencapai 165,27 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,97 triliun (kurs Rp 18.000).

Angka ini mengalami kenaikan 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Hentikan Operasi Militer ke Israel

Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Loemongga Kartasasmita menyebut capaian itu menunjukkan produk kriya Indonesia semakin diterima di pasar global.

"Capaian ini menunjukkan bahwa produk kriya Indonesia semakin mendapatkan tempat dan apresiasi di pasar global," ujarnya saat membuka acara Swarna Wastra Nusantara di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pertumbuhan ekspor ini menjadi bukti daya saing komoditas kriya domestik di kancah internasional, meskipun ekonomi global sedang tidak menentu.

Produk manufaktur berbasis budaya dan buatan tangan dinilai tetap menguasai segmen pasar tertentu karena menawarkan nilai otentik, keunikan, dan identitas lokal yang khas.

"Di tengah tren slow fashion, wastra Nusantara semakin relevan karena menawarkan keunikan, kualitas, dan nilai budaya yang tidak tergantikan produk massal," ucap Loemongga.

>>> Konsumsi Buah Kaya Flavanol Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Pameran Swarna Wastra Nusantara 2026

Untuk mendongkrak promosi dan pemasaran produk kreatif serta kain tradisional, Kementerian Perindustrian bersama Dekranas meluncurkan Pameran Swarna Wastra Nusantara 2026.

Pameran berlangsung pada 9 hingga 11 Juni 2026 di Plasa Industri Kemenperin, Jakarta.

Acara ini menampilkan berbagai karya unggulan dari 45 pelaku industri kecil dan menengah (IKM), meliputi tenun, songket, batik, perhiasan aksesori, dan produk kriya lainnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan pameran ini menjadi wadah strategis bagi perajin untuk memperluas jaringan kemitraan dagang.

"Melalui kegiatan ini, para perajin dan pelaku IKM dari berbagai daerah memperoleh ruang menampilkan karya terbaik, memperluas jejaring usaha, serta memperkenalkan nilai budaya dalam setiap produk," ucap Reni.

>>> Luhut Dukung BI Naikkan Suku Bunga demi Jaga Rupiah

Penguatan promosi, bimbingan teknis, dan peningkatan kompetensi IKM diharapkan mampu mendongkrak daya saing industri kerajinan di pasar internasional secara berkelanjutan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru