Pemerintah Indonesia membidik posisi sebagai pusat layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) di kawasan Asia. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan daya saing sektor penerbangan nasional.
Kota Batam di Kepulauan Riau ditunjuk sebagai salah satu motor pengembangan industri MRO tersebut. Batam dinilai memiliki posisi yang sangat strategis karena berada langsung di jalur perdagangan internasional.
>>> KAI Operasikan Stasiun JIS Mulai Juni 2026
Pentingnya Industri MRO
Sekretaris Deputi Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur Rustam Efendi menyatakan, pengembangan sektor penerbangan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan bandara atau penambahan armada pesawat.
Menurut Rustam, industri MRO menjadi faktor penting dalam menentukan efisiensi dan keberlanjutan bisnis penerbangan nasional.
“Kalau ingin sektor penerbangan kita kompetitif, tidak cukup hanya bicara avtur atau kapasitas bandara.
MRO menjadi salah satu komponen penting yang menentukan efisiensi dan keberlanjutan industri penerbangan,” jelasnya dalam Indonesia MRO Summit (IMROS) 2026 di Batam, Selasa (9/6/2026).
Pemerintah kini mulai mengubah paradigma pembangunan infrastruktur agar tidak lagi hanya berfokus pada fasilitas fisik semata.
Konektivitas yang terintegrasi antara bandara, pelabuhan, kawasan industri, dan pusat logistik terus didorong.
Selain Batam, pemerintah memprioritaskan sejumlah daerah sebagai simpul konektivitas nasional. Daerah-daerah tersebut meliputi Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
“Jadi yang dibangun bukan hanya bandara, tetapi juga sistem pendukung yang terintegrasi dengan kawasan industri dan logistik,” ujarnya.
Penguatan konektivitas ini bertujuan untuk mempercepat distribusi suku cadang dan komponen pesawat.
Langkah ini juga ditargetkan mampu memangkas waktu tunggu logistik serta meningkatkan efisiensi operasional industri MRO dalam negeri.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan nasional. Indonesia saat ini masih membutuhkan lebih banyak teknisi dan insinyur penerbangan.
Kebutuhan tersebut terus meningkat seiring dengan pertumbuhan armada dan naiknya permintaan layanan perawatan pesawat di dalam negeri.
>>> TNI AD Tertibkan 152 Rumah Dinas di Asrama Eks Yon Zikon 15 Jagakarsa