Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, Filipina, Senin (8/6) pagi pukul 07.37 waktu setempat.
Bencana ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur masif dan menelan korban jiwa. Sedikitnya 41 orang dilaporkan meninggal dunia hingga Selasa (9/6) pagi.
>>> TNI Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende Demi Koperasi Desa
Ribuan penduduk terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat guncangan hebat terjadi.
Korban dan Kerusakan
Otoritas Pertahanan Sipil setempat mencatat sebaran wilayah terdampak fatal. Mayoritas korban meninggal ditemukan di kawasan Soccsksargen, meliputi Provinsi Sarangani, Kota General Santos, dan Cotabato Selatan.
Beberapa korban jiwa lainnya juga teridentifikasi di wilayah Davao. Selain korban meninggal, terdapat 479 orang mengalami luka-luka.
Wilayah Davao menjadi lokasi dengan jumlah korban luka paling banyak, yaitu 456 orang. Dampak bencana ini secara keseluruhan memengaruhi kehidupan sekitar 88.000 warga di Mindanao bagian selatan.
>>> Konflik Baru di Sinetron Terikat Janji: Dipa Terus Manipulasi Novan
Sebanyak 22.690 orang terpaksa menempati posko pengungsian karena rumah mereka rusak atau khawatir akan potensi gempa susulan.
Kerusakan infrastruktur publik di Provinsi Sarangani dan Kota General Santos dilaporkan sangat parah.
Sebanyak 9 jembatan dan 19 ruas jalan setempat hancur. Data sementara menunjukkan 1.889 rumah mengalami kerusakan, dengan 1.500 unit di antaranya hancur total.
Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berjalan dengan kendala akses transportasi.
>>> Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026
Beberapa wilayah terisolasi di Provinsi Sarangani hanya bisa dijangkau menggunakan helikopter militer karena jalur darat terputus total.