⌂ Beranda News Analisis Al Jazeera Unggulkan Perancis Raih Juara Piala Dunia 2026

Analisis Al Jazeera Unggulkan Perancis Raih Juara Piala Dunia 2026

Analisis Al Jazeera Unggulkan Perancis Raih Juara Piala Dunia 2026
Ilustrasi Piala Dunia 2026 dengan bendera Perancis
A A Ukuran Teks16px

Al Jazeera merilis analisis yang menempatkan Perancis sebagai calon terkuat juara Piala Dunia 2026. Turnamen edisi ke-23 ini akan digelar di Amerika Utara mulai 12 Juni 2026.

Dari 16 wakil UEFA, Perancis dinilai paling unggul berkat komposisi tim yang merata di setiap lini.

>>> Presiden Prabowo Jadwalkan Kunjungan ke RSUD Krui, Lampung

Kylian Mbappe tetap menjadi motor serangan, didukung Ousmane Dembele dan pemain muda Desire Doue.

Pelatih Didier Deschamps menjalani turnamen terakhirnya setelah 12 tahun membimbing Les Bleus. Jika kembali ke final, ia akan menyamai rekor tiga kali final berturut-turut sebagai pelatih.

Perancis sebelumnya juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.

Spanyol menempati posisi kedua unggulan. Sebagai juara Eropa dan peringkat satu FIFA, La Roja mengandalkan Lamine Yamal yang menjadi ikon baru.

Secara historis, Spanyol pernah mengawinkan gelar Euro 2008 dengan Piala Dunia 2010, namun harus melupakan kegagalan di babak 16 besar dua edisi terakhir.

Al Jazeera memprediksi Spanyol akan kalah di final melawan Perancis.

Jerman, dalam transisi di bawah Julian Nagelsmann, diperkirakan mencapai semifinal.

Generasi baru bertumpu pada Florian Wirtz dan Jamal Musiala, dengan dukungan senior seperti Joshua Kimmich dan Antonio Rudiger.

>>> Tito Karnavian: Pemulihan Pascabencana di Aceh Berjalan Positif

Mereka ingin bangkit setelah tersingkir di fase grup dua edisi sebelumnya.

Inggris diprediksi hanya sampai perempat final karena masalah mentalitas dan adu penalti. Harry Kane tetap menjadi figur sentral, namun The Three Lions belum menang trofi sejak 1966.

Belanda dan Portugal menjadi tim penantang. Ronald Koeman menargetkan juara dengan mengandalkan Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, dan Memphis Depay.

Portugal bertumpu pada Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun, bersama Bruno Fernandes, dalam turnamen yang mungkin menjadi panggung terakhirnya.

Berikut profil dan prediksi 16 wakil Eropa menurut Al Jazeera:

  • Perancis (peringkat 3 FIFA, juara 1998/2018, prediksi juara)
  • Spanyol (peringkat 1, juara 2010, runner-up)
  • Jerman (peringkat 10, juara 4 kali, semifinal)
  • Inggris (peringkat 4, juara 1966, perempat final)
  • Portugal (peringkat 6, peringkat ketiga 1966, perempat final)
  • Belanda (peringkat 7, runner-up 3 kali, perempat final)
  • Belgia (peringkat 8, peringkat ketiga 2018, perempat final)
  • Kroasia (peringkat 10, runner-up 2018, perempat final)
  • Swiss (peringkat 19, perempat final, babak 32 besar)
  • Austria (peringkat 24, peringkat ketiga, fase grup)
  • Turkiye (peringkat 22, peringkat ketiga 2002, babak 32 besar)
  • Norwegia (peringkat 32, babak 16 besar, babak 32 besar)
  • Republik Ceko (peringkat 43, runner-up 1962, fase grup)
  • Skotlandia (peringkat 43, fase grup, babak 32 besar)
  • Swedia (peringkat 42, runner-up 1958, fase grup)
  • Bosnia dan Herzegovina (peringkat 65, fase grup, fase grup)

Kekuatan lini belakang menjadi modal Swiss yang hanya kebobolan dua gol di kualifikasi. Austria dan Republik Ceko kembali setelah absen lama, masing-masing 28 dan 20 tahun.

Turkiye mengandalkan generasi muda untuk mengulang kejutan 2002. Norwegia kembali setelah 28 tahun dengan ketajaman Erling Haaland.

Skotlandia ingin lolos dari fase grup untuk pertama kalinya. Swedia mengandalkan Alexander Isak setelah absen edisi sebelumnya.

>>> Pemkab Bogor Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Gunung Salak

Bosnia menjadi wakil dengan peringkat FIFA terendah, mengkombinasikan Edin Dzeko (40 tahun) dengan talenta muda Kerim Alajbegovic.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru