PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas mulai menerapkan metode drop tank dalam aktivitas bongkar muat komoditas curah cair di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.
Langkah ini berlangsung sejak awal Mei hingga Juni 2026.
>>> Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan Beras Tiga Bulan Antisipasi Kemarau
Tujuannya untuk mengoptimalkan penanganan kargo dan menekan biaya sewa kapal bagi pelaku usaha hilir kelapa sawit, seperti olein dan crude palm oil (CPO).
Efisiensi Waktu dan Biaya
Metode drop tank bekerja dengan menampung muatan cair dari truk ke tangki transit sebelum dipompa ke kapal.
Pemanfaatan fasilitas ini pertama kali dilakukan pada pemuatan 3.500 ton olein ke kapal MT Bangun Rejo yang bertolak ke Jawa Tengah dari Dermaga Nusantara Luar Lama sejak 8 Juni 2026.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu Mochammad Choiron Yusuf mengatakan layanan drop tank mampu menghemat biaya sewa kapal.
Kapasitas loading mencapai 180 ton per jam, sementara sebelumnya hanya 40 ton per jam.
Peningkatan kapasitas ini berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik dan memperkuat standar keselamatan kerja di area kepelabuhanan.
Menurut Choiron, pemuatan 3.500 ton olein menunjukkan kesiapan Pelabuhan Pulau Baai dalam melayani komoditas curah cair secara lebih efektif, efisien, dan aman.
>>> Luhut: GovTech Bisa Perluas Basis Pajak UMKM hingga 64 Juta
Ini merupakan layanan kedua setelah layanan perdana pada awal Mei lalu.
Produktivitas Melampaui Target
Berdasarkan catatan operasional, produktivitas bongkar muat kini mencapai 84 ton per jam, melampaui target baku pemerintah sebesar 63 ton per jam.
Choiron menambahkan, dengan layanan drop tank, produktivitas lebih tinggi hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional yang capaiannya sekitar 40 ton per jam.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi mengatakan Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis sebagai gerbang perdagangan dan logistik Provinsi Bengkulu.
Program normalisasi alur pelayaran terus dijalankan untuk mendongkrak kapasitas tampung dan memperluas konektivitas barang antarwilayah.
Hingga akhir Mei 2026, realisasi total arus barang di PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu mencapai 1,02 juta ton/m3.
>>> Timnas Swedia Bertekad Bangkit Menjelang Piala Dunia 2026
Sektor curah kering seperti batu bara dan semen setengah jadi masih mendominasi, namun segmen curah cair melonjak 93,97 persen menjadi 212,7 ribu ton.