Serangan militer Israel melanda wilayah Teheran, Iran, pada Senin (8/6/2026) waktu setempat. Tiga orang dilaporkan tewas akibat agresi tersebut.
Dua korban tewas merupakan personel unit pertahanan udara Iran. Mereka gugur saat menjalankan misi menjaga wilayah udara negara.
>>> BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah pada 10 Juni 2026
Satu korban lainnya adalah pegawai Pemerintah Kota Teheran. Hal ini dikonfirmasi oleh stasiun penyiaran IRIB dan kantor berita Fars.
"Keduanya tewas saat menjalankan misi untuk mempertahankan wilayah udara negara," demikian laporan IRIB dikutip CNN, Selasa (9/6/2026).
Gencatan Senjata dan Ancaman Balasan
Setelah pertukaran rudal yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik, Israel dan Iran kini memberlakukan kembali gencatan senjata. Namun, Teheran melayangkan peringatan tegas.
>>> Tajikistan Kalahkan India dalam Laga Uji Coba FIFA
Iran akan melanjutkan serangan balasan apabila operasi militer Israel di Lebanon selatan tidak segera dihentikan. Peringatan ini disampaikan oleh pihak Teheran.
Sementara itu, Amerika Serikat memberikan respons terkait situasi ini. Presiden AS, Donald Trump, menyebut adanya peluang diplomasi baru dengan Iran.
"Kesepakatan dengan Iran dapat dicapai dalam dua atau tiga hari," kata Trump. Ia mengklaim kesepakatan itu akan menghentikan kepemilikan senjata nuklir Iran.
>>> Eza Gionino Pukul Roby Tremonti Saat Konferensi Pers Tinju Ancol Championship
Selain itu, kesepakatan juga diharapkan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu singkat. Namun, detail lebih lanjut belum diungkapkan.