⌂ Beranda News DEN: 86,9 Persen Satuan Gizi Program MBG Gandeng UMKM Lokal

DEN: 86,9 Persen Satuan Gizi Program MBG Gandeng UMKM Lokal

DEN: 86,9 Persen Satuan Gizi Program MBG Gandeng UMKM Lokal
UMKM lokal memasok bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis
A A Ukuran Teks16px

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan hasil survei independen terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah bermitra dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

>>> Harga Minyak Mentah Dunia Turun Imbas Peningkatan Lalu Lintas Selat Hormuz

Keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok dinilai menjadi indikator positif dari implementasi program MBG.

Setiap satuan pelayanan rata-rata menggandeng tiga UMKM untuk memenuhi kebutuhan bahan baku maupun operasional harian.

Sektor perekonomian daerah mendapat dampak langsung karena sekitar 65 persen UMKM pemasok berada di kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG.

Selain itu, hampir 99 persen tenaga kerja di unit pelayanan tersebut diserap dari masyarakat sekitar.

Ekosistem Ekonomi Baru

Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal ini berhasil membangun ekosistem ekonomi baru yang langsung menyentuh masyarakat bawah.

"Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini, paling tidak memiliki satu suplier kecil," ujarnya.

>>> Harga Pertamax DKI Jakarta Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026

Penyerapan komoditas dari pedagang setempat juga meminimalkan masuknya pemasok skala besar ke daerah-daerah pelaksanaan program.

"Jadi ini juga penting bahwa ini bukanlah suplier besar yang masuk, tapi UMKM-UMKM yang muncul itu memang yang ada di dalam kabupaten atau lokasi di mana SPPG tersebut berada," kata Septian.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja para pemasok lokal ini dilaporkan mencapai lebih dari 70 persen.

Meski demikian, pihak DEN mencatat adanya hambatan permodalan yang dihadapi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

"Jadi mereka bisa mempunyai modal kerja yang lebih bagus, akhirnya bisa melayani SPPG-nya lebih banyak, komoditasnya juga lebih beraneka ragam," ujar Septian.

Penguatan sektor pasokan lokal melalui program MBG ini turut diklaim menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026: Indonesia vs Australia

Seluruh hasil evaluasi dari survei independen ini telah diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan acuan kebijakan ke depan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru