⌂ Beranda News Harga Minyak Mentah Dunia Turun Imbas Peningkatan Lalu Lintas Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Dunia Turun Imbas Peningkatan Lalu Lintas Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Dunia Turun Imbas Peningkatan Lalu Lintas Selat Hormuz
Ilustrasi harga minyak mentah dunia turun akibat peningkatan lalu lintas Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak mentah dunia mencatat penurunan setelah adanya laporan peningkatan lalu lintas kapal yang signifikan di Selat Hormuz.

Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menyampaikan informasi tersebut seperti dilansir dari Money.

>>> Harga Pertamax DKI Jakarta Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026

Minyak mentah berjangka Brent, yang menjadi acuan internasional, turun 3 persen menjadi 91,40 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3,9 persen ke angka 87,74 dolar AS per barel.

Chris Wright tidak memaparkan data spesifik mengenai volume peningkatan aliran minyak di jalur laut tersebut.

Ia hanya menegaskan bahwa ekspor minyak yang melalui Selat Hormuz mengalami kenaikan dan diproyeksikan terus bertambah.

Penurunan harga komoditas ini juga terjadi setelah Presiden Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS yang tengah berpatroli di kawasan Selat Hormuz.

Berdasarkan unggahan di media sosial, dua pilot helikopter tersebut dilaporkan selamat tanpa luka, namun pihak AS menyatakan akan memberikan tanggapan atas insiden itu.

Analisis dari JPMorgan dalam catatan tertulis pada 4 Juni 2026 mengindikasikan adanya potensi aliran minyak yang lebih besar melewati Selat Hormuz daripada yang terlihat oleh publik.

Angkatan Laut AS dilaporkan telah melakukan koordinasi secara diam-diam dengan beberapa kapal yang berusaha keluar dari Teluk Persia.

Lembaga perbankan tersebut memperkirakan sekitar 2 juta barel minyak per hari berpotensi mengalir melalui kapal-kapal tanker yang menonaktifkan transponder mereka.

“Terlepas dari blokade angkatan laut yang sedang berlangsung dan penurunan tajam dalam lalu lintas komersial, volume minyak mentah dan produk petroleum yang melewati Selat tersebut masih tampak cukup besar,” kata para analis JPMorgan.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026: Indonesia vs Australia

Upaya Diplomasi dan Situasi Geopolitik

Di sisi lain, Donald Trump mencoba memberikan ketenangan pada pasar dengan menyatakan bahwa kesepakatan bersama Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz kemungkinan tercapai dalam dua hingga tiga hari ke depan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru