⌂ Beranda News Mengapa IHSG Justru Menguat Saat BI Naikkan Suku Bunga?

Mengapa IHSG Justru Menguat Saat BI Naikkan Suku Bunga?

Mengapa IHSG Justru Menguat Saat BI Naikkan Suku Bunga?
Grafik IHSG anjlok
A A Ukuran Teks16px

Jakarta – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,50 persen seharusnya menjadi kabar buruk bagi pasar saham.

Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melesat tajam.

>>> Pertamina Patra Niaga Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026

Fenomena ini memunculkan pertanyaan: mengapa pasar saham menguat ketika suku bunga naik?

Langkah Taktis Menjaga Rupiah

Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, menjelaskan bahwa secara teori pasar saham berkorelasi negatif dengan kenaikan suku bunga.

Suku bunga tinggi meningkatkan biaya pendanaan dan membuat instrumen pendapatan tetap lebih menarik.

“Secara teori pasar saham itu biasanya punya korelasi negatif dengan kenaikan suku bunga. Tapi uniknya, kali ini respons pasar cenderung berbeda,” ujar Faris.

Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6/2026).

Pada hari yang sama, IHSG melonjak 404 poin atau 7,57 persen ke level 5.747.

Fokus utama investor saat ini adalah stabilitas nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah menjadi kekhawatiran terbesar karena berpotensi memicu keluarnya modal asing.

“Langkah BI menaikkan suku bunga ke level 5,50 persen justru dinilai sebagai langkah taktis yang tepat untuk menahan kejatuhan rupiah sekaligus menarik kembali dana asing masuk ke Indonesia,” papar Faris.

Kenaikan suku bunga meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik. Imbal hasil yang lebih tinggi memberi insentif bagi investor asing untuk menempatkan dana di Indonesia.

Pelaku pasar tidak melihat kenaikan suku bunga kali ini sebagai ancaman, melainkan langkah preventif menjaga stabilitas rupiah.

Keputusan tersebut menciptakan keyakinan bahwa otoritas moneter berkomitmen menjaga kondisi pasar keuangan.

“Hasilnya bisa kita lihat, pelaku pasar justru merasa lebih aman, dan dana asing relatif bertahan tanpa ada aksi keluar yang masif dari pasar equity kita.

>>> Kebakaran Hanguskan Dermaga dan Lima Speed Boat di Kayong Utara

Jadi, pasar meresponsnya sebagai sinyal stabilitas,” tukas dia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru