⌂ Beranda News Kemendiktisaintek Bentuk Tim Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset Empat Alumni UNY

Kemendiktisaintek Bentuk Tim Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset Empat Alumni UNY

Kemendiktisaintek Bentuk Tim Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset Empat Alumni UNY
Tim investigasi Kemendiktisaintek mengusut dugaan pemalsuan riset
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut dugaan pemalsuan riset internasional.

Kasus ini melibatkan empat warga negara Indonesia yang merupakan alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

>>> Dua Santri di Pamekasan Jatuh dari Lantai Dua Asrama, Satu Tewas

Tim investigasi dipimpin oleh Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemendiktisaintek, Nur Syarifah. Pengusutan dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta UNY.

Menteri Brian Yuliarto menyatakan bahwa pelanggaran ini berpotensi merusak reputasi ilmiah Indonesia di tingkat global. Ia menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti temuan secara objektif demi menjaga marwah pendidikan tinggi.

"Integritas akademik merupakan fondasi utama kemajuan ilmu pengetahuan. Kepercayaan publik terhadap hasil riset dibangun melalui kejujuran, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap etika ilmiah," ujar Brian.

Berdasarkan pendalaman awal, ditemukan penyalahgunaan nama UNY tanpa izin dalam kegiatan ilmiah. Pemerintah mengkaji sanksi administratif hingga pidana, termasuk pembatasan akses fasilitas dan pendanaan bagi pelaku.

Brian mengonfirmasi bahwa keempat terduga pelaku adalah lulusan S1 UNY, namun S2 dari perguruan tinggi berbeda.

Mereka bukan pengajar di perguruan tinggi, sehingga kementerian tidak memiliki payung hukum langsung untuk sanksi kepegawaian.

Terungkap di Konferensi Internasional

Kasus ini mencuat saat konferensi ilmiah ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026.

>>> Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Tekuk Mozambik di SUGBK

Tiga periset asal Indonesia—Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti—mempresentasikan hasil penelitian yang diduga hasil fabrikasi kecerdasan buatan (AI).

Dugaan rekayasa data dan penipuan identitas dibongkar oleh peneliti Ida Bagus Mandhara Brasika. Melalui akun Threads-nya, ia mengungkap modus manipulasi yang terjadi di hadapan komunitas ilmuwan dunia.

"Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuwan dunia. Hal ini terungkap di konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah konferensi bergengsi untuk ahli pneumonia," tulis Mandhara.

Ia mengungkapkan para pelaku mengganti nametag dan jilbab saat presentasi untuk memalsukan identitas. Seluruh data riset yang ditampilkan juga diindikasi kuat tidak pernah ada di dunia nyata.

"Salah seorang pelaku melakukan pemalsuan identitas. Modusnya berganti-ganti nama saat presentasi, bermodal ganti jilbab dan nametag.

Risetnya pun palsu, dibuat dengan AI dan/atau fabrikasi data," lanjutnya.

>>> Pendaftaran Beasiswa Garuda Gelombang II Dibuka hingga 25 Juni 2026

Kemendiktisaintek kini terus mengkaji delik hukum yang memungkinkan bersama aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini lebih lanjut.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru