⌂ Beranda News Pramono Anung Perintahkan Investigasi Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung

Pramono Anung Perintahkan Investigasi Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung

Pramono Anung Perintahkan Investigasi Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Jembatan Penyeberangan Orang Lenteng Agung dengan lift yang rusak akibat pemotongan kabel
A A Ukuran Teks16px

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan investigasi mendalam terkait pemotongan kabel lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/6/2026).

>>> Arezoo Eskandari, Pesepeda Iran, Kampanyekan Perdamaian Lintas Asia

Kabel utama lift sengaja dipotong oleh oknum tidak dikenal. Akibatnya, operasional lift JPO tersebut terhenti total.

"Yang terjadi adalah kabelnya dipotong. Karena kabel dipotong menyebabkan operasinya terhenti," kata Pramono Anung.

Pemprov DKI Jakarta langsung merespons dengan menutup ruang bagi perusakan infrastruktur kota. Tindakan tegas tengah disiapkan untuk menjerat pelaku.

"Saya sudah minta untuk dilakukan investigasi. Siapa pun yang melakukan itu, saya minta untuk diambil tindakan dengan tegas," ujar Pramono.

Sanksi administratif berat diwacanakan bagi pelaku yang terbukti aktif memanfaatkan fasilitas transportasi massal di ibu kota. Pemblokiran akses dinilai efektif untuk memberikan efek jera.

"Kalau memang dia pengguna transportasi umum misalnya, saya minta untuk di-blacklist untuk tidak bisa menggunakan transportasi umum yang ada di Jakarta.

>>> Adidas Sematkan Sensor Canggih Berbaterai pada Bola Piala Dunia 2026

Karena vandalisme tidak kita beri tempat di Jakarta," tegas Pramono.

Revitalisasi JPO dan Pencegahan Vandalisme

Pembenahan dan revitalisasi infrastruktur penyeberangan terus berjalan demi meningkatkan keamanan warga. Pemprov DKI Jakarta mencontohkan kesuksesan proyek serupa di kawasan Senen yang kini berjalan optimal.

"Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh memperbaiki JPO-JPO yang ada," kata Pramono.

Persoalan kriminalitas terhadap aset daerah tidak hanya terjadi di Lenteng Agung, tetapi juga menyasar komponen penerangan jalan dan struktur jembatan lainnya.

Dinas terkait kini diwajibkan menyusun skema pencegahan yang lebih ketat.

"Kalau kemudian orang melakukan vandalisme, pencurian, dan sebagainya, saya akan meminta kepada dinas terkait, OPD terkait, orang yang seperti ini harus dikasih pelajaran.

>>> Militer Iran Serang Pangkalan AS di Kawasan Teluk sebagai Balasan

Supaya tidak semena-mena fasilitas publik itu dirusak oleh yang bersangkutan," imbuh Pramono.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru