⌂ Beranda News Pemprov DKI Kaji Penyesuaian Tarif Bus Transjabodetabek

Pemprov DKI Kaji Penyesuaian Tarif Bus Transjabodetabek

Pemprov DKI Kaji Penyesuaian Tarif Bus Transjabodetabek
Bus Transjabodetabek di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mengkaji penyesuaian tarif layanan bus Transjabodetabek. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi beban subsidi operasional dan pemeliharaan halte di luar Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap memberikan subsidi transportasi. Hal ini untuk memastikan biaya perjalanan tidak memberatkan pengguna angkutan umum.

>>> DPR Pastikan Aturan Penugasan Polisi Akomodasi Putusan MK

"Untuk Transjabodetabek terus terang segera kami putuskan," ujar Pramono. Ia juga meluruskan kekhawatiran mengenai penghapusan insentif biaya setelah menerima komunikasi dari Wali Kota Bekasi.

"Jangan sampai kemudian tidak disubsidi. Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi," kata Pramono.

Formulasi Tarif Baru

Formulasi besaran tarif baru saat ini sedang dikaji secara mendalam. Tujuannya agar tidak memicu pengguna angkutan umum beralih kembali ke kendaraan pribadi.

Penyesuaian ini salah satunya menyasar rute Blok M hingga Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, tarif rute tersebut masih Rp3.500.

"Prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," kata Pramono.

Menurut dia, harga tiket yang berlaku sekarang jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi bandara lain seperti taksi atau bus Damri.

>>> Real Madrid Resmi Putus Kontrak Alvaro Arbeloa sebagai Pelatih

"Kalau kemudian Rp3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka akan ada penyesuaian," ucap Pramono.

Selain penyesuaian tarif, pemerintah berkomitmen meningkatkan performa operasional dan menambah jumlah armada bus.

Berdasarkan data Pemprov DKI, konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai 93 persen, namun tingkat pemanfaatannya masih di bawah 30 persen.

"Ini akan menjadi sangat baik kalau kemudian orang terus-menerus menggunakan transportasi umum sudah di atas angka 30 persen.

Apakah bisa? Saya yakin bisa," kata Pramono.

Pihak otoritas optimistis ketergantungan warga pada angkutan umum akan meningkat pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak.

>>> Polsek Cerenti Musnahkan 31 Rakit Tambang Emas Ilegal di Sungai Kuantan

Kebijakan pemberian layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu juga diproyeksikan menjadi stimulus tambahan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru