⌂ Beranda News Rupiah Melemah, Pengrajin Tahu Tempe Tertekan Akibat Impor Kedelai

Rupiah Melemah, Pengrajin Tahu Tempe Tertekan Akibat Impor Kedelai

Rupiah Melemah, Pengrajin Tahu Tempe Tertekan Akibat Impor Kedelai
Pengrajin tahu tempe sedang bekerja di dapur
A A Ukuran Teks16px

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menembus Rp 18.200 per dolar AS telah memberikan tekanan signifikan pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dampak ini terutama dirasakan oleh para perajin dan pedagang tahu serta tempe.

>>> Pemprov Banten Selidiki Perusahaan Air Minum Nakal, Rugikan Daerah

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena tingginya ketergantungan industri tahu dan tempe nasional terhadap pasokan kedelai impor.

"Kita juga harus mengakui bahwa tentunya ada impact di beberapa sektor-sektor tertentu terhadap UMKM kita," ujar Maman Abdurrahman.

Pemerintah terus memantau pergerakan komoditas yang membebani pelaku usaha. Jika sebelumnya plastik sempat menjadi beban, kini trennya mulai membaik.

Untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat, kementerian terkait terus berupaya menstabilkan ekonomi.

Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dilakukan untuk menerapkan kebijakan stabilisasi moneter guna mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

>>> DPR Kritik Rencana Penambahan Golongan Cukai Rokok Baru

"Artinya begini, kita sadar, kita mengerti dan memahami bahwa tentunya ada impact, namun yang terpenting kami pemerintah tidak akan tinggal diam, dan akan terus melakukan mitigasi untuk mencegah dan mengantisipasi dampak-dampak yang memang bisa berdampak kepada UMKM kita," imbuh Maman Abdurrahman.

Sebagai langkah intervensi, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjanjikan insentif harga untuk menjaga stabilitas pasokan pangan berbasis kedelai.

Subsidi Kedelai untuk Mitigasi Dampak

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan alokasi subsidi sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk penyaluran tahap awal komoditas kedelai melalui Perum Bulog.

Langkah ini disiapkan menyusul instruksi presiden untuk memitigasi fluktuasi ekonomi global. Sebanyak 250.000 ton kedelai pertama akan disalurkan melalui Bulog dengan subsidi tersebut.

>>> Yandex Hadirkan Solusi AI untuk Operator Telekomunikasi Indonesia

"Nah, oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp 2.000 per kilogram. Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," ujar Zulkifli Hasan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru