Polda Banten sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden bentrokan yang melibatkan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dan pendukung Persib Bandung, Bobotoh.
Peristiwa kekerasan ini terjadi di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, pada Minggu malam.
>>> BMKG Prediksi El Nino Aktif Pertengahan 2026, Waspadai Kemarau Panjang
Aparat kepolisian mulai bertindak setelah menerima laporan resmi dari salah satu korban yang mengalami pemukulan dalam peristiwa tersebut.
Petugas kepolisian kini tengah berupaya melacak para pelaku kekerasan.
"Satu orang jadi korban keributan dan sudah lapor ke Polda Banten.
Kini dilakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku pemukulan," ujar Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kabid Humas Polda Banten, pada Selasa (9/6/2026).
Menurut keterangan kepolisian, insiden bermula ketika rombongan suporter Persija yang sedang melakukan konvoi melintas di dekat sekretariat Viking Kabupaten Serang.
Pada saat yang sama, sekelompok suporter Persib tengah berkumpul di lokasi tersebut.
"Adanya konvoi dari suporter Persija yang melintas di sekitar Kabupaten Serang, mereka melihat ada kelompok suporter dari teman-teman Viking," jelas Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea.
>>> TPID Jateng Perkuat Stabilitas Pangan Lewat Temu Bisnis Produsen dan Pembeli
Keributan pecah ketika rombongan konvoi Persija mendatangi area tempat pendukung Persib berkumpul. Pertemuan kedua massa suporter ini sontak memicu terjadinya tindakan kekerasan fisik.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kriminal yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat di wilayah hukum Banten.
Mereka mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan menghindari aksi penganiayaan.
Sementara itu, pengurus pusat The Jakmania menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara adil.
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menjelaskan bahwa sebelum insiden di sekretariat Viking, sempat terjadi ketegangan di dekat lokasi acara anniversary The Jakmania Kabupaten Serang.
Menurut organisasi tersebut, sekelompok anggota mereka terprovokasi saat perjalanan pulang sekitar Senin (8/6) dini hari.
Aksi penyerangan spontan terjadi setelah massa melihat atribut Persib Bandung terpasang di salah satu bangunan ruko.
>>> Agoda Ungkap Rute Penerbangan Murah untuk Liburan Tengah Tahun 2026
Manajemen The Jakmania menegaskan tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun dan akan bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.