Pebalap Honda Team Asia di kelas Moto3, Veda Ega Pratama, mengungkapkan bahwa motor balap Honda memiliki keunggulan aerodinamis dan kecepatan puncak yang tinggi.
Karakteristik ini membuat motor pabrikan Jepang tersebut lebih kompetitif, terutama di lintasan lurus.
>>> Drone Laut AS Corsair Selamatkan Pilot Apache di Oman, Cetak Sejarah AI
"Karena memang Honda, motor speknya lebih aerodinamis. Selain itu, di lintasan biasanya top speed motor Honda juga paling tinggi," ujar Veda Ega Pratama.
Namun, Veda juga mengakui bahwa motor tersebut memiliki kelemahan di tikungan yang sempit jika dibandingkan dengan kompetitornya.
Kondisi ini menuntut pebalap dan tim mekanik untuk cermat dalam menyetel motor agar tetap kompetitif di berbagai jenis lintasan.
Kombinasi aerodinamika dan kecepatan puncak membuat motor Honda sangat cocok untuk sirkuit yang mengalir (flowing), yang memiliki tikungan cepat dan trek lurus panjang.
Veda Ega Pratama menilai Sirkuit Catalunya di Barcelona, Spanyol, merupakan salah satu lintasan yang paling sesuai dengan karakter motor Honda.
>>> Menteri Keuangan Optimistis Rupiah Menguat di Semester II 2026
Di Moto3, Honda Team Asia menggunakan tipe Honda NSF250RW. Motor ini dikembangkan dari versi NSF250R rilisan tahun 2012.
Spesifikasi motor ini mencakup panjang 1.809 mm, lebar 560 mm, tinggi 1.037 mm, jarak sumbu roda 1.219 mm, dan jarak bebas ke tanah 107 mm.
Dapur pacunya menggunakan mesin satu silinder empat-tak DOHC berpendingin cairan berkapasitas 249,3 cc, yang menghasilkan tenaga maksimum 35,5 kW atau 47,6 tk pada 13.000 rpm.
Sasisnya terbuat dari aluminium twin tube, dengan tangki bahan bakar aluminium ringan berkapasitas 11 liter.
Secara umum, sirkuit balap motor terbagi menjadi sirkuit kencang (fast flowing) seperti Catalunya dan Mugello, sirkuit stop and go seperti Red Bull Ring, serta sirkuit campuran seperti Sepang.
>>> Polda Banten Selidiki Bentrokan Suporter Persija dan Persib di Kragilan
Veda Ega Pratama pernah meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026.