⌂ Beranda News Drone Laut AS Corsair Selamatkan Pilot Apache di Oman, Cetak Sejarah AI

Drone Laut AS Corsair Selamatkan Pilot Apache di Oman, Cetak Sejarah AI

Drone Laut AS Corsair Selamatkan Pilot Apache di Oman, Cetak Sejarah AI
Helikopter Apache milik Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mencatat sejarah baru dalam operasi militer dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui misi penyelamatan darurat di laut.

Sebuah kapal permukaan tanpa awak dikerahkan untuk mengevakuasi dua pilot helikopter Apache yang jatuh di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz.

>>> Menteri Keuangan Optimistis Rupiah Menguat di Semester II 2026

Langkah taktis ini menjadi operasi penyelamatan pertama yang sepenuhnya mengandalkan sistem otonom dan AI, seperti dilaporkan Reuters dan Al Arabiya.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi bahwa wahana tanpa awak yang digunakan adalah drone laut jenis Corsair buatan Saronic Technologies.

Corsair merupakan kapal permukaan otonom (ASV) berukuran panjang 7,3 meter yang dirancang tangguh di lautan.

Drone ini mampu mengangkut beban muatan hingga 454 kilogram dan memiliki jangkauan operasional hingga 1.000 mil laut.

"Drone tersebut menjemput mereka dan mengangkut mereka ke sebuah lokasi lainnya di perairan tempat mereka dinaikkan ke helikopter untuk diangkut lebih lanjut," ungkap Hawkins.

Hawkins menyebut drone laut Corsair dipilih karena posisinya yang dekat dan kemampuannya.

Sebelumnya, helikopter Apache milik militer AS dilaporkan jatuh akibat ditembak pihak Iran saat berpatroli.

>>> Polda Banten Selidiki Bentrokan Suporter Persija dan Persib di Kragilan

Insiden jatuhnya helikopter serbu tersebut terjadi pada Senin (8/6) malam waktu setempat.

Kedua pilot yang mengoperasikan helikopter dilaporkan dalam kondisi aman tanpa luka serius.

CENTCOM merilis detail bahwa helikopter Apache AH-64 kehilangan kontak dan jatuh pada Senin (8/6) sekitar pukul 23.00 GMT di perairan regional dekat Oman.

"Tentara-tentara itu berhasil diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dan dalam kondisi stabil," sebut CENTCOM.

Penyebab insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Upaya penyelamatan dipimpin oleh Komando Angkatan Laut Pusat AS dan Divisi Lintas Udara ke-82, dengan dukungan dari unit Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS, termasuk Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS.

>>> BMKG Prediksi El Nino Aktif Pertengahan 2026, Waspadai Kemarau Panjang

Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS memang diposisikan di wilayah perairan Timur Tengah untuk mempercepat adopsi teknologi mutakhir dengan menggabungkan sistem robotik tak berawak serta kecerdasan buatan ke dalam operasi maritim harian.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru