Persiapan tim nasional sepak bola Republik Demokratik Kongo untuk laga pembuka Piala Dunia terganggu akibat pengetatan aturan karantina oleh negara tuan rumah.
Hal ini menyusul wabah virus Ebola Bundibugyo yang telah menewaskan 91 orang di negara tersebut.
>>> Pemerintah Percepat Pengembangan Bioetanol Terintegrasi di Lampung
Wabah ini mencatat 515 kasus terkonfirmasi di Kongo dan 19 kasus di Uganda, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia per 6 Juni.
Situasi ini mendorong Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memberlakukan pembatasan perjalanan ketat bagi individu dari wilayah terdampak.
Spesialis penyakit menular, Isabel Brosius, mengungkapkan bahwa kepanikan masyarakat diperparah oleh kurangnya literasi kesehatan dan maraknya berita bohong di tengah konflik perbatasan timur Kongo.
Ia menambahkan bahwa Ebola bisa menjadi penyakit yang sangat menakutkan, terutama bagi populasi dengan literasi kesehatan rendah.
Meskipun demikian, penyebaran virus ini secara internasional melalui perjalanan udara dinilai sangat kecil. Virus ini tidak menular melalui droplet dan membutuhkan kontak langsung yang erat.
Isabel Brosius memastikan bahwa risiko paparan virus bagi para pemain maupun suporter asing di negara tuan rumah berada pada tingkat yang sangat rendah, mendekati nol.
>>> Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Masyarakat Khawatir Efek Domino
Akibat aturan karantina 21 hari di luar wilayah Kongo yang ditetapkan Amerika Serikat, lokasi pemusatan latihan timnas Kongo terpaksa dipindahkan ke Belgia.
Laga persahabatan melawan Chile juga digeser secara tertutup ke Prancis.
Pelatih Kongo, Sebastien Desabre, menyatakan bahwa timnya sudah terbiasa beradaptasi dan tidak akan kesulitan menyesuaikan diri dengan semua situasi yang terjadi.
Kebijakan pengetatan ini juga berdampak pada suporter Kongo yang kesulitan memasuki wilayah Amerika Serikat meskipun telah membeli tiket pertandingan yang mahal.
Presiden Federasi Sepak Bola Kongo (FECOFA), Veron Mosengo-Omba, telah meminta FIFA untuk mempertimbangkan hal ini dan mencari solusi ganti rugi.
Veron Mosengo-Omba berharap badan sepak bola dunia tersebut dapat memberikan solusi agar para penggemar tidak kehilangan materi akibat regulasi kesehatan ini.
>>> BNN Amankan 10 WNI Positif Narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Bantah Kaitan dengan HIPMI
FIFA menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai permohonan pengembalian dana tiket tersebut.
