⌂ Beranda News Mantan Diplomat Ungkap Mobil Dinas PM Inggris Kirim Data ke China

Mantan Diplomat Ungkap Mobil Dinas PM Inggris Kirim Data ke China

Mantan Diplomat Ungkap Mobil Dinas PM Inggris Kirim Data ke China
Mobil dinas Perdana Menteri Inggris
A A Ukuran Teks16px

Sebuah alat pelacak rahasia buatan China ditemukan terpasang pada komponen bersegel di dalam kendaraan dinas Perdana Menteri Inggris pada tahun 2022.

Informasi ini diungkap oleh mantan diplomat Inggris, Charles Parton, kepada parlemen negara setempat.

>>> Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Nasional Tertekan Beban Operasional

Aktivitas penyadapan ini pertama kali terendus pada tahun 2023, memicu kekhawatiran bahwa pemerintah China secara agresif memata-matai jajaran menteri dari Partai Konservatif.

Perangkat geolokasi tersebut dipastikan telah aktif mengirimkan data satu tahun sebelum isu ini mencuat ke publik.

Belum dapat dipastikan secara mendetail siapa sosok Perdana Menteri Inggris yang menjadi target pemantauan, mengingat posisi tersebut diisi oleh Boris Johnson, Liz Truss, dan Rishi Sunak sepanjang tahun 2022.

"Mobil Perdana Menteri pada tahun 2022 mengirimkan data ke China melalui modul seluler," ungkap Charles Parton, perwakilan think-tank Council on Geostrategy.

Parton menyampaikan paparan tersebut dalam kapasitasnya sebagai pakar yang berpengalaman dinas selama hampir 40 tahun, termasuk di wilayah China, Hong Kong, dan Taiwan.

Komponen seluler yang dituding menjadi alat spionase itu ditengarai dipasang langsung oleh pihak pabrikan otomotif terkait saat proses perakitan.

>>> Kemendag Bahas Pagu Anggaran 2027 Bersama DPR, Potensi Penurunan

"Seorang anggota senior pemerintah yang pasti mengetahui mobil siapa itu telah memberitahu saya," jawab Charles Parton saat merespons pertanyaan anggota parlemen mengenai identitas perdana menteri yang disasar.

Pihak keamanan Inggris dilaporkan langsung merespons temuan ini dengan membongkar seluruh armada kendaraan resmi milik jajaran menteri serta diplomat demi mendeteksi keberadaan perangkat serupa.

Otoritas Beijing memberikan sanggahan keras terhadap tuduhan spionase teknologi tersebut tak lama setelah isu ini bergulir.

"Kami sangat menentang manipulasi politik terhadap kerja sama ekonomi dan perdagangan normal atau pencemaran nama baik perusahaan-perusahaan China," demikian pernyataan otoritas Beijing.

Hingga laporan ini diturunkan, sejumlah lembaga resmi Inggris masih memilih untuk menutup suara terkait tindak lanjut investigasi pengamanan satker pemerintahan tersebut.

"Kami tidak berkomentar tentang masalah keamanan protektif," kata perwakilan Kepolisian Metropolitan London atau Scotland Yard.

>>> Anak Gajah Sumatera Betina Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo Riau

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh perwakilan resmi kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street serta Kantor Kabinet yang menolak memberikan tanggapan atas laporan penemuan alat pelacak ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru