>>> Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta Disorot, Pengamat Minta Hati-hati
Spesifikasi kapal dirancang dengan struktur lambung ganda atau catamaran sepanjang 8 meter.
Kinerja otomatisasi kapal didukung oleh integrasi sensor ultrasonik, kamera, sistem navigasi otonom, GPS, dan kecerdasan buatan (AI). Sistem kelistrikannya memanfaatkan pasokan energi hibrida dari panel surya ramah lingkungan.
Mobilitas pengangkutan sampah dipermudah melalui sistem jaring di bagian tengah, mesin pencacah plastik daur ulang, serta katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram.
Wilayah pariwisata di kawasan The Patra Bali Resort & Villas dipilih sebagai lokasi proyek percontohan awal.
"Pemilihan lokasi pemasangan yang berada berdampingan dengan Patra Bali Resort & Villas and AFT Ngurah Rai, memiliki nilai strategis, karena menopang kawasan pariwisata sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali," ungkapnya.
Pada fase awal operasi, target reduksi sampah pesisir di sekitar AFT Ngurah Rai dan Patra Bali dipatok sebesar 1 ton per tahun.
Pengurangan sampah dalam volume lebih besar ditargetkan di TBBM Kotabaru, Kalimantan, yakni mencapai 20 ton per tahun.
Rencana perluasan program ini ke depan menyasar berbagai area operasional pesisir Pertamina lainnya di Indonesia.
Titik pengembangan berikutnya mencakup wilayah Cilacap, Balongan, Maos, Ternate, Wayame, Parepare, Masohi, hingga Labuan Bajo.
"Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina yang berdekatan di wilayah pesisir di seluruh Indonesia," kata Iriawan.
Penerapan inovasi ini sekaligus memperkuat posisi Pertamina dalam transisi energi nasional.
>>> Prabowo Soroti Bunga Kredit Super Mikro 24%, Bandingkan dengan Korporasi
Implementasi program berkelanjutan tersebut diarahkan untuk menyokong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta komitmen Net Zero Emission 2060.