⌂ Beranda News Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi Baru di Kabupaten Semarang

Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi Baru di Kabupaten Semarang

Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi Baru di Kabupaten Semarang
Peresmian Laboratorium Farmakologi Sido Muncul di Kabupaten Semarang
A A Ukuran Teks16px

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk meresmikan Laboratorium Farmakologi baru di kawasan pabrik Kabupaten Semarang pada Selasa (9/6/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Zulfachmi Wahab, dan Wakil Bupati Kabupaten Semarang Dra Hj Nur Arifah.

>>> Gajah Sumatera Betina Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo

Fokus pada Riset Ilmiah

Langkah ini bertujuan memastikan seluruh produk memiliki dukungan data ilmiah yang kuat, tidak hanya bersandar pada pengalaman empiris masyarakat.

“Tidak banyak perusahaan jamu yang memiliki laboratorium farmakologi. Ini penting untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk,” ujar Irwan Hidayat.

Manajemen berkomitmen menjadikan penguatan riset sebagai fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

“Dalam beberapa bulan ke depan atau dalam setahun ini, kami berharap mendapatkan lebih banyak bukti ilmiah terhadap produk-produk kami maupun produk jamu secara umum.

Kalau khasiatnya belum optimal, kami akan perbaiki. Orientasinya adalah berbasis riset,” kata Irwan Hidayat.

Fasilitas dan Kolaborasi

Fasilitas riset farmakologi ini sudah berdiri sejak 2001 dan sempat dipindahkan ke lokasi baru pada 2020.

Laboratorium digunakan untuk berbagai pengujian seperti uji toksisitas akut, toksisitas subkronis, teratogenik, hingga keamanan produk.

Untuk riset produk unggulan seperti Tolak Angin dan produk baru SM-Diabe, Sido Muncul menjalin kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro serta Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.

“Dalam uji pada tikus, yang diberi SM-Diabe menunjukkan kenaikan gula darah yang tidak signifikan setelah 15 menit dan kembali normal dalam dua jam.

Sementara tikus tanpa SM-Diabe mengalami lonjakan yang lebih tajam,” ujar Irwan Hidayat.

Penemuan awal pada hewan percobaan tersebut menjadi landasan ilmiah sebelum pengembangan dan penelitian lanjutan ke tahap berikutnya.

“Kami siap bekerja sama dengan universitas sebagai pembimbing penelitian. Mendapatkan bukti empiris lebih cepat menjadi hal yang penting untuk mendukung pengembangan produk,” kata Irwan Hidayat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru