Laboratorium juga difungsikan untuk menguji produk lain seperti minuman berenergi Kuku Bima guna menjawab isu kesehatan di ruang digital dengan data objektif.
“Makanya saya membuat penelitian ini supaya masyarakat percaya bahwa semua produk yang sudah melalui proses dan mendapatkan izin dari BPOM telah melalui evaluasi yang ketat,” ujar Irwan Hidayat.
Evaluasi ketat melalui pengujian laboratorium diharapkan mampu meluruskan informasi keliru mengenai dampak minuman berenergi terhadap organ ginjal.
>>> Pertamina Luncurkan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali
“Saya pernah dapat berita banyak mahasiswa atau orang yang rusak ginjalnya karena minum energy drink. Banyak kan beritanya?”
ujar Irwan Hidayat.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, kerusakan organ tersebut justru dipicu oleh faktor gaya hidup tidak sehat lainnya, seperti konsumsi alkohol berlebihan.
“Orang kalau ginjalnya sudah enggak memenuhi syarat, makan daging juga enggak boleh, garam pun enggak boleh,” tambah Irwan Hidayat.
Uji coba subkronis selama dua minggu terhadap tikus menunjukkan tidak ada kematian, dan dalam waktu dekat pembedahan akan dilakukan untuk memeriksa kondisi fisik ginjal hewan uji tersebut.
“Jadi (tikus) diminumin satu saset, 4,5 saset yang ketiga 12,44 saset, dua minggu tidak mati. Saat ini sudah jalan 12 hari untuk subkronis, tiga minggu subkronis.
Nanti, kami lihat setelah satu bulan dan bedah. Hasilnya dikirim ke Undip atau ke patolog-patolog untuk mengecek apakah ada kerusakan pada ginjalnya,” jelas Irwan Hidayat.
Melalui hasil pengujian ini, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari lembaga berwenang dan hasil riset saintifik yang valid.
“Minuman berenergi kami aman. Kalau tidak, tak mungkin dapat izin dari BPOM.
Uji laboratorium farmakologi kami buat agar masyarakat itu percaya,” kata Irwan Hidayat.
Apresiasi besar diberikan oleh pihak otoritas pengawas obat dan makanan atas inisiatif pembangunan fasilitas riset mandiri oleh pelaku industri herbal ini.
“Tugas BPOM adalah memberikan tiga jaminan, yaitu keamanan, mutu, dan efikasi. Ketiganya harus berbasis data dan bukti ilmiah,” kata Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI.
Langkah hilirisasi riset ini dipandang mampu meningkatkan daya saing produk jamu dan obat alam nasional di pasar internasional.
“Laboratorium Farmakologi memegang peran penting untuk membuktikan keamanan, khasiat, dan dosis obat alam melalui penelitian berbasis saintifik,” kata Zulfachmi Wahab, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Penguatan budaya riset internal ini diharapkan dapat menjadi fondasi jangka panjang bagi Sido Muncul dalam mempertahankan kepercayaan publik.
>>> Harry Kane dan Kylian Mbappe Berpeluang Pecahkan Rekor Sepatu Emas Piala Dunia 2026
“Kami ingin hasil-hasil riset ini memperkuat kepercayaan publik terhadap produk asli Indonesia,” kata Irwan Hidayat.
