Sistem pertahanan udara militer Bahrain berhasil mencegat dan menghancurkan rentetan serangan rudal serta drone yang diluncurkan oleh Iran pada Rabu (10/6/2026) waktu setempat.
Pihak Bahrain mengutuk aksi udara terbaru dari Teheran tersebut dan melabelinya sebagai serangan kriminal.
>>> BYD Targetkan Jadi Produsen Mobil Terbesar Dunia pada 2030
Pernyataan resmi mengenai pencegatan ini disampaikan oleh Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain melalui laporan Bahrain News Agency.
Militer Bahrain kini berada dalam tingkat kesiapan dan persiapan defensif tertinggi untuk melindungi kedaulatan wilayah mereka dari ancaman lanjutan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang mengimbau seluruh warga negara untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar.
"Komando Umum menyerukan masyarakat untuk berhati-hati terhadap benda-benda asing atau mencurigakan yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran, dan untuk menghindari mendekati atau menanganinya serta segera melaporkannya," demikian imbauan Komando Umum.
Personel militer terkait telah disiagakan secara penuh untuk mengamankan dan menangani puing-puing jatuhan demi menjamin keselamatan publik.
Otoritas pertahanan juga menegaskan bahwa serangan yang mengarah ke area sipil merupakan pelanggaran serius terhadap konvensi internasional.
>>> Prabowo Cerita Atap Mobil Maung Bocor saat Hujan Deras
"Komando Umum menekankan bahwa penggunaan rudal dan drone secara sengaja untuk menargetkan warga sipil dan properti pribadi merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional," tegas Komando Umum.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka sengaja membidik pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat (AS) di Bahrain menggunakan drone pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.30 waktu setempat.
Serangan tersebut diklaim sebagai tindakan balasan atas operasi militer AS yang sebelumnya menggempur wilayah Jask, Sirik, dan Qeshm di Iran selatan.
Selain Bahrain, IRGC mengklaim telah menyerang pangkalan Ali Al Salem di Kuwait serta empat lokasi di kompleks pangkalan al-Azraq di Yordania yang menampung pasukan AS.
Total terdapat 21 target militer AS di kawasan Timur Tengah yang diklaim menjadi sasaran operasi udara Iran.
Sebelum rentetan serangan ini terjadi, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan bahwa jet tempur mereka telah membombardir sistem pertahanan udara dan radar Iran di dekat Selat Hormuz.
>>> KPK Tangkap Lima ASN BPK Terkait Suap Pengadaan Smart TV Muara Enim
Operasi pertahanan diri oleh CENTCOM tersebut dipicu oleh insiden ditembak jatuhnya sebuah helikopter Apache milik militer AS.