⌂ Beranda News Serangan AS Hancurkan Waduk di Iran, 20.000 Warga Kehilangan Akses Air

Serangan AS Hancurkan Waduk di Iran, 20.000 Warga Kehilangan Akses Air

Serangan AS Hancurkan Waduk di Iran, 20.000 Warga Kehilangan Akses Air
Waduk hancur akibat serangan udara AS di Iran
A A Ukuran Teks16px

Dua waduk di Kota Sirik, Iran bagian selatan, hancur akibat serangan udara militer Amerika Serikat (AS) pada pekan ini.

Akibatnya, ribuan warga setempat kehilangan akses air minum secara total.

>>> WIKA Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Empat Kabupaten Jawa Tengah

Aksi militer Washington menyasar beberapa kota di wilayah selatan, termasuk Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm di Selat Hormuz.

Hal ini dilaporkan oleh AFP pada Rabu (10/6/2026).

Pemerintah AS berdalih pengeboman tersebut sebagai bentuk pertahanan diri setelah Iran menembak jatuh helikopter Apache milik militer AS di kawasan Teluk.

Dampak pada Infrastruktur dan Warga

Serangan udara di kota pelabuhan itu memicu kerusakan masif pada infrastruktur vital yang menyuplai air ke wilayah Bemani dan Kouhestak di Sirik.

Pejabat perusahaan air setempat menyatakan bahwa 20.000 penduduk kehilangan akses air minum yang aman.

>>> Tabung Oksigen Terpental Rusak Rumah Warga di Cilincing

Suhu di wilayah tersebut mencapai 45 hingga 50 derajat Celsius, membuat kondisi semakin sulit dan kritis bagi penduduk.

Ketiadaan sumber air tanah alternatif memperparah situasi pasca-hancurnya fasilitas penampungan air utama.

"Kerusakan pada waduk-waduk ini telah menciptakan masalah besar bagi jaringan pasokan air di wilayah tersebut," ujar para pejabat setempat.

Abdolhamid Hamzehpour, pejabat senior perusahaan air di Provinsi Hormozgan, menyatakan bahwa langkah mitigasi sedang diupayakan untuk menyediakan jalur pasokan alternatif bagi desa-desa terdampak.

Pemerintah Teheran mengecam keras operasi militer AS yang dinilai menggunakan pembenaran palsu.

>>> Paradoks Insentif Pajak UMKM: Kebijakan Baru Dorong Usaha Naik Kelas

Iran langsung membalas lewat serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru