⌂ Beranda News Harga BBM Pertamax Resmi Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter

Harga BBM Pertamax Resmi Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter

Harga BBM Pertamax Resmi Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter
SPBU Pertamina dengan harga BBM Pertamax terbaru
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter. Sebelumnya, harga produk non subsidi ini tercatat Rp 12.300 per liter.

Kenaikan ini dinilai sebagai langkah realistis di tengah tekanan fiskal yang membesar. Lonjakan harga minyak mentah global dan situasi geopolitik yang tidak menentu menjadi pendorong utama.

>>> Prabowo: Indonesia Capai Swasembada Pangan di Tengah Krisis Global

Pengamat: Penyesuaian Harga Sudah Sepatutnya

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai kenaikan ini wajar. Menurutnya, skema tersebut sesuai dengan karakteristik produk non subsidi yang mengikuti mekanisme pasar.

Formulasi tarif komoditas non subsidi sangat bergantung pada dinamika pasar internasional. Ketika harga minyak mentah dunia melonjak, penyesuaian harga domestik menjadi hal lumrah.

Pemerintah sebenarnya telah menahan harga Pertamax sejak Maret 2026 demi stabilitas ekonomi. Namun, Fahmy mencatat ruang fiskal semakin menyusut seiring membengkaknya dana kompensasi untuk Pertamina.

"Sebenarnya tidak bisa ditahan lagi oleh pemerintah untuk mempertahankan harga Pertamax agar tidak naik, karena beban fiskalnya semakin berat," ujar Fahmy dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Ekonom Universitas Negeri Manado, Robert Winerungan, juga mendukung penyesuaian ini. Menurutnya, kenaikan harga penting untuk menjaga paritas dengan harga regional.

>>> 5 Teknologi dan Aturan Baru yang Akan Mewarnai Piala Dunia 2026

Ketimpangan harga yang terlalu lebar berpotensi memicu penyelewengan dan distribusi ilegal. "Pemerintah berupaya mengurangi beban APBN karena Pertamax sebenarnya BBM yang tidak seharusnya mendapat intervensi pemerintah.

Yang mendapat campur tangan adalah Pertalite," kata Robert.

Robert memprediksi dampak sosial ekonomi tidak akan besar. Sebagian besar konsumen Pertamax adalah masyarakat kelas menengah atas dan pengguna kendaraan roda empat mewah.

"Saya kira dampaknya tidak terlalu besar. Sebagian besar masyarakat menengah ke bawah sudah menggunakan Pertalite," ujarnya.

Meski demikian, Fahmy mengingatkan potensi pergeseran konsumsi ke produk tiruan akibat selisih harga yang jauh. Saat ini, harga BBM bersubsidi masih Rp 10.000 per liter.

>>> Tyo Nugros Dicekal di Bandara Soekarno-Hatta Jelang Konser Dewa 19

"Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan pengawasan agar subsidi energi tetap tepat sasaran dan tujuan penghematan fiskal dapat tercapai," beber Fahmy.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru