Dilansir dari Anadolu Agency, agresi awal dari militer AS dilaporkan telah menghancurkan dua tangki air di distrik Bamani serta merusak menara telekomunikasi di wilayah Sirik.
Pihak IRGC juga mengklaim berhasil menembak jatuh drone pengintai jenis MQ-9 Reaper milik AS yang terdeteksi terbang di atas wilayah udara Provinsi Bushehr.
"Bentrokan masih berlangsung," kata pernyataan itu, memperingatkan bahwa "tanggapan yang lebih berat" akan menyusul jika serangan terus berlanjut.
Di sisi lain, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menghancurkan rentetan kiriman rudal dan drone yang diarahkan ke wilayahnya.
Otoritas keamanan Bahrain mengecam tindakan tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan warga sipil di dalam negeri.
"Komando Umum menyerukan masyarakat untuk berhati-hati terhadap benda-benda asing atau mencurigakan, yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran, dan untuk menghindari mendekati atau menanganinya serta segera melaporkannya," demikian imbauan Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain seperti dilaporkan Bahrain News Agency dan dilansir Al Arabiya.
>>> Portugal Ditahan Imbang Nigeria 1-1 dalam Uji Coba Terakhir
Saat ini seluruh unit pertahanan militer Bahrain berada dalam status kesiapsiagaan tertinggi untuk mengamankan wilayah kedaulatan mereka dari dampak konflik.