Pidato Presiden Portugal António José Seguro dalam perayaan Hari Portugal, Camões, dan Komunitas Portugis di Angra do Heroísmo, Azores, pada Rabu (10/6/2026) memicu beragam reaksi dari politisi.
Kritik tajam disampaikan oleh Pemimpin Partai Chega, André Ventura. Ia menilai pidato tersebut terlalu institusional dan kurang tegas.
>>> iNews Siarkan Langsung Portugal vs Nigeria, Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
Menurut Ventura, presiden tidak menyentuh kasus hukum konkret maupun undang-undang ketenagakerjaan. Ia juga menyoroti absennya pembahasan kasus mantan bankir Ricardo Salgado dan ketidakjelasan sikap mengenai penurunan usia pensiun.
Ventura menambahkan bahwa masalah sistem politik saat ini adalah seringnya membahas perubahan tanpa menjelaskan keputusan nyata. Ia memperingatkan tentang politisi plastik yang tidak jelas arah pemikirannya.
Di sisi lain, Pemimpin Fraksi Juru Bicara Partai Livre, Isabel Mendes Lopes, mengapresiasi pidato tersebut.
Ia menyoroti pesan presiden tentang pentingnya model pembangunan baru berbasis talenta dan pengetahuan ilmiah.
>>> AS dan Iran Saling Serang di Timur Tengah, Bahrain Terdampak
Lopes sepakat bahwa pasar tenaga kerja di Portugal harus diubah. Ia juga mendesak investasi kuat untuk menurunkan harga rumah.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Presiden Pemerintah Regional Azores, José Manuel Bolieiro, menyambut positif pelaksanaan upacara di wilayahnya. Acara itu bertepatan dengan perayaan 50 tahun otonomi politik Azores.
Bolieiro menilai pidato tersebut memberikan penekanan signifikan pada dimensi geografis dan proyeksi Atlantik Portugal.
Ia menyatakan bahwa Azores kini berada di pusat perhatian dunia sebagai wilayah luar Uni Eropa dengan banyak peluang geopolitik.
>>> Roberto Martinez Lakukan Tujuh Perubahan di Skuad Portugal Hadapi Nigeria
Bolieiro mendorong Uni Eropa menyusun strategi baru untuk kawasan Atlantik. Ia menegaskan bahwa masa depan Azores bergantung pada sektor kelautan dan pengembangan teknologi baru.