Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian.
Pada 1 Januari 2026, rupiah berada di level Rp 16.669,8 per dolar AS, namun pada 10 Juni 2026 melemah menjadi Rp 18.161 per dolar AS.
>>> LCR Honda Pastikan Cal Crutchlow Balapan di MotoGP Brno dan Assen
Fenomena ini menarik karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia relatif baik. Para ekonom menyebut salah satu penyebabnya adalah fenomena home bias.
Apa Itu Home Bias?
Home bias adalah kecenderungan investor untuk berinvestasi di aset negara sendiri, meskipun imbal hasil dari aset luar negeri lebih tinggi.
Pada 1990-an hingga awal 2000-an, sekitar 94% investor AS hanya memegang aset domestik.
Fenomena ini menjadi salah satu dari enam teka-teki utama dalam ekonomi makro internasional yang diidentifikasi oleh ekonom Maurice Obstfeld dan Kenneth Rogoff.
Home bias juga menjelaskan mengapa model moneter berbasis fundamental sering gagal memprediksi pergerakan nilai tukar.
Keterbatasan Model Proyeksi Ekonomi
Ketidakmampuan model ekonomi memprediksi krisis mengingatkan pada pertanyaan Ratu Elizabeth II saat berkunjung ke London School of Economics pada November 2008.
Ia bertanya, "Mengapa tidak ada yang melihat krisis keuangan datang?"
Pertanyaan itu menjadi sorotan media global. Hingga wafatnya, sang ratu belum mendapatkan jawaban memuaskan.
Paul Krugman dalam kuliahnya di LSE juga menyoroti krisis dalam ilmu ekonomi, yang kemudian dimuat di The Economist dengan judul "Dismal Science".
Ekonom senior Ben Bernanke menekankan bahwa para ekonom bekerja dengan sistem kompleks karena perekonomian menghadapi tekanan acak, data terbatas, dan pengetahuan tidak sempurna.
Ahli meteorologi Edward Lorenz memperkenalkan istilah "butterfly effect", di mana perubahan kecil pada kondisi awal dapat mengubah hasil proyeksi secara drastis.
>>> Harga Emas 11 Juni 2026 Turun, Pajak Buyback 1,5% Mulai Diterapkan
Model Moneter dan Faktor Fundamental
Model moneter proyeksi nilai tukar yang dominan sejak 1970-an didasarkan pada Purchasing Power Parity (PPP) dan Uncovered Interest Rate Parity (UIP).