⌂ Beranda News Proyek EuroWorm Petakan Genom Cacing Laut Cegah Kepunahan Senyap

Proyek EuroWorm Petakan Genom Cacing Laut Cegah Kepunahan Senyap

Proyek EuroWorm Petakan Genom Cacing Laut Cegah Kepunahan Senyap
Ilustrasi cacing laut dan analisis genom
A A Ukuran Teks16px

Kerusakan habitat, perubahan iklim, dan invasi spesies asing mempercepat kepunahan biota laut. Organisme kecil seperti cacing laut terancam punah sebelum sempat diidentifikasi.

Menyikapi hal ini, proyek EuroWorm resmi diluncurkan.

>>> Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Turun Rp 24.000 Per Gram

Inisiatif ini digarap oleh University of Göttingen, Leibniz Institute for Biodiversity Change Analysis (LIB), dan Senckenberg Society for Nature Research.

Basis Data Genomik Terbuka

EuroWorm berfokus membangun basis data genomik terbuka untuk cacing laut di Eropa. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi spesies baru dan memetakan keanekaragaman hayati laut.

Cacing laut atau marine annelids tersebar luas di hampir seluruh lautan. Organisme ini berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Hewan ini berkontribusi dalam pencampuran sedimen dan daur ulang nutrisi di dasar laut. Kehadirannya juga menjadi indikator alami tingkat pencemaran lingkungan perairan.

Tim peneliti mengumpulkan sampel dari sejumlah titik di Eropa. Langkah berikutnya meliputi identifikasi fisik, pemotretan resolusi tinggi, dan analisis genom dengan teknologi modern.

>>> DPR Tegaskan Penanganan Begal Tetap Kewenangan Utama Polri

Akses Data Terbuka Global

Seluruh data dan sampel akan disimpan di Museum of Natural History Hamburg dan Senckenberg Natural History Museum. Ilmuwan dari berbagai negara dapat mengakses pusat data tersebut.

Informasi genomik akan diintegrasikan melalui platform Global Biodiversity Information Facility (GBIF). Jenna Moore, pemimpin proyek, menyatakan misi utamanya adalah mempercepat penemuan spesies untuk mengantisipasi kepunahan tersembunyi.

"Kami berharap dengan membandingkan data spesies Eropa, kami dapat mempercepat penemuan spesies baru dan penelitian keanekaragaman hayati di seluruh dunia," jelasnya.

Pemanfaatan Koleksi Historis Museum

Sains modern kini mengoptimalkan sampel lama di museum untuk mendeteksi spesies tersembunyi. Maria Teresa Aguado Molina dari University of Göttingen menyebut koleksi lawas sebagai "kapsul waktu ilmiah".

"Koleksi historis, dipadukan dengan genomik modern, membuka keanekaragaman hayati tersembunyi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

>>> Deschamps Pertahankan Mbappe sebagai Penyerang Tengah

Christoph Bleidorn menilai proyek ini memperkuat studi evolusi cacing laut. Kerja sama lintas lembaga dalam EuroWorm diproyeksikan mengarahkan masa depan riset keanekaragaman hayati laut.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru