⌂ Beranda News Ketua DPRD Jateng Bantah Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis

Ketua DPRD Jateng Bantah Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis

Ketua DPRD Jateng Bantah Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto memberikan klarifikasi
A A Ukuran Teks16px

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, memberikan klarifikasi terkait informasi yang mengaitkan namanya dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nama Sumanto mencuat setelah unggahan akun Thread @suzan18076 viral di media sosial. Unggahan itu memuat daftar figur publik dan pejabat yang dituduh terlibat dalam perkara tersebut.

>>> Polsek Kembangan Tangkap Pencuri Telepon Genggam di Jakarta Barat

Sumanto menegaskan tidak memiliki hubungan dengan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Informasi yang beredar itu sama sekali tidak benar. Soal MBG kan sepenuhnya kewenangan pusat.

Saya juga tidak kenal dengan Pak Sony Sanjaya," kata Sumanto dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Ia menolak tudingan yang menyebut dirinya ikut menentukan titik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di beberapa wilayah.

"Pelaksanaan program MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui lembaga yang ditunjuk. Karena itu, tudingan itu tidak memiliki dasar," jelasnya.

Sumanto mengaku terkejut saat mengetahui jabatannya sebagai Ketua DPRD Jateng diseret ke dalam kasus yang tengah menyita perhatian publik.

>>> Polda Sumsel Latihan Pra-Operasi Senpi Musi 2026 Tekan Senjata Ilegal

Menurutnya, pencantuman nama jabatannya di berbagai platform digital dan pesan berantai merupakan tindakan yang tidak berlandaskan fakta valid.

"Hingga saat ini tidak pernah berkomunikasi maupun memiliki hubungan kerja dengan Sony Sonjaya," ucapnya.

Ia memandang isu yang mengarah pada dirinya murni sebagai spekulasi tanpa sokongan bukti otentik.

Sumanto juga mengimbau masyarakat lebih selektif dan tidak langsung mempercayai kabar yang belum teruji, terutama yang beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan.

Ia menambahkan bahwa sirkulasi kabar tidak valid ini berisiko memicu kesalahpahaman serta merugikan nama baik pihak yang dicatut secara sepihak.

>>> Kombes Pol I Made Agus Prasatya Resmi Jabat Dirgakkum Korlantas Polri

"Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak terlibat dan tidak mengenal yang bersangkutan. Tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam urusan dengan kasus tersebut," ujarnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru